Ratusan Rumah Rata dengan Tanah Akibat Tersapu Derasnya Arus Banjir Bandang di Flores Timur, NTT

Ratusan Rumah Rata dengan Tanah Akibat Tersapu Derasnya Arus Banjir Bandang di Flores Timur, NTT

7 April 2021

Banjir bandang yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi melanda beberapa kecamatan di Flores Timur, Minggu 4 April 2021. Ratusan rumah warga di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, NTT, hancur diterjang banjir bandang.

Mengerikannya lagi, banyak rumah yang rata dengan tanah karena bangunan hanyut. Semua bangunan rusak karena material bangunan tersapu derasnya arus.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 128 orang meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor di Nusa Tenggara Timur. Sedangkan 8.424 orang dari 2.019 keluarga mengungsi.

“(Meninggal dunia) dengan rincian Kabupaten Lembata 67 orang, Flores Timur 49, dan Alor 12,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati melalui keterangan tertulis, Selasa 6 April 2021.

Sementara itu jumlah pengungsian terbesar berada di Kabupaten Sumba Timur: 7.212 jiwa (1.803 KK), Lembata 958 orang, Rote Ndao 672 jiwa (153 KK), Sumba Barat 284 (63 KK) dan Flores Timur 256.

Raditya menyebut, bencana dipengaruhi cuaca buruk berupa siklon tropis. Kondisi tersebut berdampak di delapan wilayah administrasi kabupaten dan kota antara lain Kota Kupang, Kabupaten Flores Timur, Malaka, Lembata, Ngada, Sumba Barat, Sumba Timur, Rote Ndao dan Alor.

BNPB turut mencatat kerugian materil yang diakibatkan cuaca ekstrem di NTT ini. Antara lain 1.962 unit rumah terdampak, 119 unit rumah rusak berat (RB), 118 unit rumah rusak sedang (RS) dan 34 unit rumah rusak ringan (RR). Sedangkan fasilitas umum (fasum) 14 unit RB, 1 RR dan 84 unit lain terdampak.

Kerusakan tersebut dengan rincian di Kota Kupang 10 unit rumah rusak sedang dan 657 unit rumah terdampak. Kemudian di Kabupaten Flores Timur 82 unit rumah rusak berat, 34 unit rumah rusak ringan, 97 unit rumah terdampak dan delapan unit fasum rusak berat.

Sementara di Kabupaten Malaka, sebanyak 1.154 unit rumah terdampak dan 65 fasum terdampak. Di Kabupaten Ngada 4 unit rumah rusak berat, dua unit rumah rusak sedang dan satu fasum terdampak.

Akibat Dua Bibit Siklon Tropis 

BMKG telah merilis adanya dua bibit siklon tropis yang dapat berdampak pada cuaca ekstrem. Salah satunya potensi curah hujan lebat dan angin kencang di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada sepekan ini, 3 hingga 9 April 2021.

Perkembangan terkini bencana banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Flores Timur pada Senin 5 April, pukul 05.00 WIB, data sementara mencatat 256 jiwa warga mengungsi di Balai Desa Nelemawangi dan sejumlah warga lainnya mengungsi di Balai Desa Nelelamadike.

Warga hilang masih tercatat sejumlah 24 orang dan meninggal dunia 44. Sedangkan warga luka-luka, mereka telah mendapatkan perawatan medis.

Sebanyak sembilan desa yang tersebar di empat kecamatan terdampak peristiwa ini. Kedelapan desa tersebut yaitu Desa Nelemadike dan Nelemawangi (Kecamatan Ile Boleng), Desa Waiburak dan Kelurahan Waiwerang (Adonara Timur), Desa Oyang Barang dan Pandai (Wotan Ulu Mado), dan Desa Duwanur, Waiwadan dan Daniboa (Adonara Barat).

Wilayah di NTT Lain Yang Terdampak Banjir Bandang

Wilayah terdampak Banjir di wilayah NTT (IDN Times/Rubiakto)

Hujan dengan intensitas tinggi selama beberapa hari mengakibatkan meluapnya sungai setempat. Sebanyak empat kecamatan terdampak banjir tersebut. Keempat kecamatan terdampak yaitu Kecamatan Kambera, Pandawai, Karera dan Wulawujelu. BPBD Kabupaten Sumba Timur menginformasikan sebanyak 54 KK atau 165 jiwa mengungsi, sedangkan 109 KK atau 475 KK terdampak.

Kejadian lainnya melanda Kota Kupang, NTT, berupa angin kencang, longsor, banjir rob dan gelombang pasang. Perkembangan pada Minggu 4 April, pukul 19.00 WIB, beberapa kecamatan terdampak cuaca ekstrem. Akibat cuaca ekstrem tersebut, sebanyak 743 KK atau 2.190 warga terdampak. Selain itu, 10 rumah warga mengalami rusak sedang dan 15 titik akses jalan tertutup pohon tumbang.

BNPB juga menerima laporan terjadinya bencana di Kabupaten Malaka Tengah dan Ngada. Angin kencang terjadi di dua kecamatan di Kabupaten Ngada. Desa terdampak yaitu di Kelurahan Kisantara, Lebijaga, Bajawa, Tanalodu (Kecamatan Bajawa) dan Kelurahan (Riung). Dampak dari insiden angin kencang terdiri 6 KK terdampak dan 1 luka berat.

Sedangkan kerugian berupa rumah rusak berukuran sedang dua unit dan rusak berat empat unit. Gedung pengadilan rusak sedang satu unit, kapal tenggelam satu unit, dan enam titik ruas jalan tertutup pohon tumbang.

Cuaca Ekstrem Masih Membayangi Sebagian Wilayah Indonesia

Banjir di wilayah bencana Indonesia (Ilustrasi gambar dari Freepik/peerafoto)

Menurut laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah di Indonesia berpotensi mengalami cuaca ekstrem pada periode 3-9 April 2021. BMKG juga telah mengeluarkan peringatan dini cuaca periode 4-6 April 2021. Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur berpotensi mengalami hujan lebat yang dapat disertai kilat serta angin kencang.

Dalam sepekan kedepan potensi hujan sedang sampai lebat juga diprediksi terjadi di wilayah, antara lain Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Sumatera Selatan, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku dan Papua.

Akses Menuju Wilayah Bencana Masih Sulit

Beberapa kendala dihadapi dalam mendukung upaya penanganan darurat. BPBD Kabupaten Flores Timur menginformasikan akses utama melalui penyeberangan laut, sedangkan kondisi hujan, angin dan gelombang membahayakan pelayaran kapal. Di sisi lain, evakuasi korban yang tertimbun lumpur masih terkendala alat berat.

Hingga hari ini, kendala yang dihadapi adalah akses transportasi menuju titik lokasi kejadian hanya dapat dicapai menggunakan moda penyeberangan laut ke Pulau Adonara. Jaringan komunikasi dan internet dilaporkan juga tidak stabil sehingga menyulitkan tim lapangan dalam pelaporan kondisi terkini.

Human Initiative berencana menerjunkan tim dan bantuan ke lokasi terdampak di Flores timur, NTT, meski respons terkendala jalur komunikasi dan akses transportasi yang belum dioperasikan karena cuaca ekstrem. Tim mencoba mencari alternatif untuk sampai ke lokasi terdampak sampai akses penerbangan dan pelayaran kembali dibuka.

Jaga keselamatan ya Sahabat insiator, mari kita do’akan saudara kita yang terdampak di Flores Timur NTT diberikan keikhlasan dan kesabaran lalui musibah ini. Aamiin.

Sahabat Inisiator Butuh Bantuan?

Telp/Whatsapp

+62-811-9342-667