
Denpasar, 11 September 2025 – Hujan deras yang mengguyur Bali sejak 8 September 2025 memicu banjir besar di berbagai wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali mencatat, hingga Kamis (11/9), banjir melanda 129 titik, disertai 27 titik longsor dan 19 kejadian pohon tumbang. Selain itu, dua jembatan dilaporkan rusak akibat derasnya aliran air.
“Banjir kali ini merupakan yang terparah dalam satu dekade terakhir,” kata Kepala BPBD Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya. Ia menyebut, intensitas hujan tinggi, saluran air yang tidak mampu menampung debit, sampah, serta dampak pembangunan masif menjadi faktor utama banjir.
BPBD Bali melaporkan sedikitnya 9 orang meninggal dunia, sementara 6 orang masih dalam pencarian. Ribuan warga terdampak telah mengungsi, dengan 6 pos pengungsian di Kota Denpasar dan 4 pos di Kabupaten Jembrana.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan, banjir ini dipicu oleh fenomena gelombang ekuatorial Rossby yang meningkatkan pertumbuhan awan konvektif di wilayah Bali. Potensi hujan deras disertai petir dan angin kencang diperkirakan masih berlanjut beberapa hari ke depan.
Warga diminta meningkatkan kewaspadaan, khususnya di daerah rawan banjir dan sekitar aliran sungai.
Human Initiative telah melakukan koordinasi dengan relawan lokal untuk mendata kebutuhan mendesak para penyintas. Beberapa kebutuhan prioritas antara lain air minum, makanan siap saji, kebutuhan balita, hygiene kits, serta alas tidur.
Human Initiative juga merencanakan penyaluran bantuan langsung ke lokasi pengungsian, termasuk layanan kesehatan dan dapur umum.
Baca lebih lanjut laporan perkembangan terkini melalui link berikut:
Situation Report Banjir Provinsi Bali
foto : Erakini.id