
Banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah di Aceh dan membawa perubahan besar bagi kehidupan warga. Air dan material longsoran merusak rumah, menghentikan aktivitas harian, serta merusak fasilitas umum, termasuk sekolah. Anak-anak pun harus beradaptasi ketika ruang belajar yang selama ini mereka gunakan tidak lagi dapat dipakai.
Fathan berusia 10 tahun dan duduk di kelas 5 sekolah dasar. Sebelum kejadian tersebut, ia menjalani hari-hari sekolah seperti anak seusianya. Ia belajar di ruang kelas bersama teman-teman dan bercita-cita melanjutkan pendidikan dengan baik. Namun sekolah tempat ia belajar mengalami kerusakan sehingga kegiatan belajar berpindah ke tenda darurat.
Di tenda itulah Fathan mengikuti pelajaran setiap hari. Banjir menghilangkan seragam, buku, dan perlengkapan sekolah yang biasa ia gunakan. Banyak teman sekelasnya mengalami kondisi serupa. Meski harus memulai kembali dengan keterbatasan, Fathan tetap memilih datang dan belajar bersama teman-temannya.
Suasana belajar di tenda tidak selalu mendukung. Panas sering mengganggu konsentrasi dan membuat pelajaran terasa lebih berat. Namun Fathan terus berusaha mengikuti setiap proses belajar. Ia ingin memahami pelajaran dan menjaga kebiasaan sekolah agar tidak tertinggal.

Dengan cara sederhana, Fathan menyampaikan harapannya. Ia ingin kembali belajar di sekolah yang layak dan nyaman, seperti sebelumnya. “Mudah-mudahan ada orang baik yang bantu sekolah kami,” ucapnya. Harapan ini juga tumbuh di hati banyak anak di Aceh yang saat ini belajar dalam keterbatasan.
Kebersamaan membuat setiap perjalanan menjadi lebih bermakna. Saat berbagai pihak menyatukan langkah, dukungan menjangkau lebih banyak anak dan membantu menjaga rutinitas belajar. Dari sinilah expanding impact tumbuh dan memberi pengaruh yang lebih luas.
Human Initiative mengajak masyarakat berkolaborasi memperluas dampak kebaikan bagi anak-anak seperti Fathan melalui solusipeduli.org, agar mereka dapat terus belajar dan menata masa depan dengan lebih baik.
*Nama disamarkan untuk melindungi identitas penerima hak program