Dirikan Dapur Air dan Beri Dukungan Psikososial kepada Penyintas Bencana Gunung Merapi

Dirikan Dapur Air dan Beri Dukungan Psikososial kepada Penyintas Bencana Gunung Merapi

23 November 2020

Human Initiative Dirikan Dapur Air dan Beri Dukungan Psikososial kepada Penyintas Bencana Gunung Merapi

Magelang: Gunung Merapi meningkat statusnya dari normal ke waspada, sejak Mei 2018 lalu. Peningkatan status ini diawali dengan letusan freatik dan berlangsung beberapa kali pada beberapa bulan belakangan. Kemudian naik statusnya dari Waspada ke Siaga (Level III) sejak 5 November 2020.

Melihat situasi ini, Tim Rescue Human Initiative Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan assessment dan koordinasi terkait naiknya status Gunung Merapi yang sedang terjadi. Pada Sabtu, 7 November 2020, tim rescue melakukan assesment di pos-pos pengungsian yang ada di Magelang dan mendirikan dapur air di pos pengungsian Desa Deyangan, Kec. Mertoyudan, Kab. Magelang.

Ada sekitar 125 jiwa yang terdiri dari kelompok rentan yaitu ibu hamil, balita, orang sakit, jompo dan difabel. Pendirian dapur air ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air minum bagi para penyintas. Terdapat susu, teh, kopi dan lain-lain yang ada di dapur air tersebut.

Naiknya status Gunung Merapi tersebut tentunya menyebabkan beberapa dusun terancam bahaya. Setidaknya ada 30 Dusun dari 12 desa yang berada di wilayah KRB III DIY dan Jawa Tengah yang berpotensi terancam bahaya.

Setelah mendirikan dapur air di Desa Dayangan, masih ada beberapa kebutuhan lain yang diperlukan oleh warga. Adapun kebutuhan saat ini yang warga butuhkan yaitu alas tidur, peralatan mandi dan handuk (hygiene kit), selimut, susu balita/bubur balita, obat obatan (minyak kayu putih), baby kits, masker, bantal dan kasur balita.

Respons Human Initiative

Human initiative sudah melalukan beberapa respons untuk membantu warga penyintas. Di antaranya adalah, melakukan koordinasi dengan BPBD yang ada di 4 Kabupaten, baik di DIY maupun di Jawa Tengah.

Kegiatan dari respons ini meliputi pembersihan dan pemotongan kayu yang mengganggu jalur evakuasi, kaji cepat di 7 lokasi pengungsian, pendirian Dapur Air di Pos Pengungsian di Desa Deyangan dan pos Banyurojo, koordinasi dengan tim HI Magelang & HI Yogyakarta, serta assesment dan sambung rasa dengan simbah-simbah di Pos Pengungsian Desa Glagaharjo.

Ada pula penambahan logistik dapur air di pos Deyangan, assesment di beberapa Pos dan Pemdes, checklist dan penambahan logistik dapur air di Pos Deyangan dan Pos Banyurojo, memberikan bantuan karpet sebanyak 100m utk barak pengungsian Gayam, Desa Argomulyo.

Penyiapan barak pengungsian di Barak Gayam, Desa Argomulyo. Koordinasi dengan relawan Human Initiative Magelang terkait rencana pendampingan belajar anak-anak pengungsi. Koordinasi dengan mitra sanggar senam, distribusi logistik tambahan (bumbu dapur) ke Pos Deyangan. Kordinasi dengan carik desa Tlogolele, dan distribusi minuman susu botol sebanyak 360 botol.

Tak hanya itu, beberapa pengungsi juga sangat membutuhkan kipas angin. Sebab di tempat pengungsian yang terbatas ini, membuat mereka merasa kepanasan.

“Harapan dari para pengungsi, semoga erupsi ini segera selesai. Agar mereka bisa beraktivitas di rumah masing-masing. Mereka juga berharap, ada ruang yang lebih luas lagi, karena disekat, mereka merasa panas, beberapa pos pengungsian tidak dilengkapi dengan kipas angin,” ujar Agus Putut selaku PIC Human Initiative Yogyakarta.

Penyekatan ini tak lepas dari bagian penerapan protokol kesehatan yang dilakukan oleh BPBD. Dan tak lupa juga disediakan masker untuk para penyintas Erupsi Gunung Merapi.

Sahabat Inisiator Butuh Bantuan?

Telp/Whatsapp

+62-811-9342-667