"> "> "> Gunung Merapi Erupsi Lagi, PKPU Kirim Tim Emergency Response - Human Initiative
Gunung Merapi Erupsi Lagi, PKPU Kirim Tim Emergency Response

Gunung Merapi Erupsi Lagi, PKPU Kirim Tim Emergency Response

22 Mei 2018

Yogyakarta – Lembaga kemanusian nasional PKPU Human Initiative menerjunkan Tim Emergency Response guna membantu proses evakuasi warga terdampak erupsi Gunung Merapi, Yogyakarta ke barak-barak pengungsian yang sudah dipersiapkan.

“Pasca letusan freatik sebanyak tiga kali pada 21 Maret 2018 kemarin, kami langsung mengirim tim emergency response guna membantu warga sekitar Gunung Merapi untuk mengungsi,” kata GM Disaster Risk Management (DRM) PKPU Human Initiative, Eson Jumarsono, Selasa (22/5).

Selain itu, lanjut dia, tim yang dikirim juga membantu proses distribusi logistik kepada masyarakat di barak pengungsian.

“Kebutuhan yang diperlukan para korban terdampak saat ini adalah masker dan bahan makanan siap saji khususnya untuk anak-anak dan lansia serta penyintas yang lain,” ungkap dia.

Sementara itu, para tim emergency membutuhkan alat pelindung diri (APD) untuk menjalankan misinya, serta kebutuhan armada untuk mobilisasi relawan dan penyintas.

Eson juga menerangkan, untuk mengantisipasi letusan dan dampak kenaikan status waspada, pemantauan situasi dan kondisi di wilayah lereng Gunung Merapi sebelah Timur, Tengah dan Barat terus dilakukan.

Sebagaimana diketahui, kenaikan status Gunung Merapi  dari status normal menjadi waspada berdasarkan surat dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta Nomor 271/45/BGV.kg/2018.

Dengan naiknya status waspada, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menginstruksikan agar permukiman yang berada di dalam radius 3 km dari puncak Gunung Merapi harus dikosongkan.

“Tidak boleh ada aktivitas masyarakat di dalam radius 3 km. Kegiatan pendakian untuk sementara dilarang kecuali untuk kegiatan penyelidikan dan penelitian terkait mitigasi bencana,” kata Sutopo melalui pesan tertulisnya yang diterima redaksi,

Sekitar 298 jiwa warga dari Dusun Kalitengah Lor, Kalitengah Kidul, dan Srunen di Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman mengungsi mandiri ke Balai Desa Glagaharjo.

“Selain itu, sebanyak 362 jiwa warga Dukuh Takeran dan Dukuh Stabelan di Desa Tlogolele Kabupaten Boyolali mengungsi mandiri di tempat pengungsian Desa Tologolele,” papar Sutopo.

Sahabat Inisiator Butuh Bantuan?

Telp/Whatsapp

+62-811-9342-667