Hari Sukarelawan Internasional: Sosok Mbak Teza, Relawan Tanpa Pamrih

Hari Sukarelawan Internasional: Sosok Mbak Teza, Relawan Tanpa Pamrih

5 Desember 2021

Hari Sukarelawan Internasional jatuh setiap tanggal 5 Desember setiap tahunnya. Pada peringatan Hari Sukarelawan ini, tim redaksi Human Initiative secara khusus akan menyajikan kisah relawan inspiratif dari sosok mbak Teza.

Beliau mengungkapkan, terhitung sudah 5 tahun terjun sebagai relawan, tepatnya sejak tahun 2016. Bagi mbak Teza, menjadi relawan adalah sebuah panggilan jiwa yang tidak bisa ia abaikan begitu saja. Selalu ada hikmah, kenangan manis, serta pelajaran berharga yang bisa diambil setiap kali beliau terjun ke lokasi untuk membantu warga terdampak.

“Saya paling sering belajar ilmu sabar kalau lagi turun ke lapangan. Contohnya pas banjir bandang di Garut kemarin. Awalnya saya bingung, setiap kali terjun ke lokasi bencana, saya enggak paham kenapa ada aja sebagian dari mereka yang terkena musibah bisa menerima dengan lapang dada, begitu legowo, sabar. Padahal kita yang lihat tuh pasti trenyuh kan. Tapi melihat respons mereka yang seperti itu membuat kita malah merasa semakin malu. Karena mereka yang harusnya bisa mengeluh, tapi memilih untuk berlapang dada, percaya sama Allah ada maksud di balik ini semua. Kita jadi merasa tertampar gitu,” ungkap mbak Teza.

Oleh karena itu, sebagai seorang relawan, mbak Teza merasa bahagia jika bisa memberikan manfaat dan menghibur para terdampak. Ia sangat senang bisa melihat mereka kembali tersenyum meski masih berada dalam situasi sulit.

 

Motivasi Mbak Teza Menjadi Relawan

Lebih lanjut mbak Teza menambahkan, sosok kedua orang tuanyalah yang turut membentuk dirinya menjadi seorang relawan aktif hingga saat ini. “Kedua orang tua saya justru mendorong saya untuk jadi relawan. Mungkin orang lain melihatnya saya perempuan, kok mau sih capek capek jadi relawan. Tapi Ayah saya kalau melihat saya diam di rumah saja, justru bertanya amal apa yang sudah saya lakukan hari itu? Sosok Ayah dan Ibu saya terus mengingatkan saya di manapun saya berada, saya harus menebar manfaat untuk orang lain. Karena dengan itulah, Allah akan menolong keluarga kita,” ujar mbak Teza.

Tentunya, menjadi relawan bukan hal mudah. Selalu ada tantangan ketika datang ke lokasi asing yang medannya tidak kita kenal sebelumnya. Namun, mbak Teza menganggap, jika niat kita untuk mencari Ridho Allah, semuanya akan terasa mudah dan ringan.

Pada Hari Sukarelawan Internasional ini, mbak Teza memiliki harapan untuk sesama para relawan yang berjuang di luar sana. “Teman-teman relawan di manapun, siapapun yang bergerak di bidang kemanusiaan, jangan pernah ada rasa jumawa. Tapi teruslah ingat, amalan apa yg belum kita lakukan hari ini. Semoga saja lelah kita sebagai relawan menjadi pemberat timbangan amal kita kelak.” tutup mbak Teza.

Sahabat Inisiator, kamu juga bisa ikut menjadi relawan kemanusiaan seperti mbak Teza kok. Caranya gampang banget, cukup kunjungi official website HIVE dan daftarkan dirimu sekarang juga. Yuk, jadi agen perubahan mulai dari diri sendiri.

Selamat Hari Sukarelawan Internasional!

Sahabat Inisiator Butuh Bantuan?

Telp/Whatsapp

+62-812-8080-4561