Humanity Outlook 2023, Ruang Diskusi di Tengah Isu Resesi     

Humanity Outlook 2023, Ruang Diskusi di Tengah Isu Resesi    

20 Januari 2023

Jakarta – Gelaran Humanity Outlook 2023 yang diselenggarakan Human Initiative bersama Humanitarian Forum Indonesia pada 10 Januari 2023 yang lalu, membuka ruang diskusi di tengah isu resesi dengan menghadirkan sektor pemerintah serta berbagai lembaga sosial dari dalam dan luar negeri. 

Humanity Outlook 2023 merupakan respons dari Human Initiative dalam menjawab tantangan kemanusiaan, sekaligus menguatkan tanggung jawab Human Initiative yang pada 10 Desember 2022 kemarin merayakan milad ke-23 tahun sebagai organisasi kemanusiaan. 

“Semoga agenda Humanity Outlook 2023 ini melahirkan gagasan luar biasa untuk memberikan solusi terbaik dalam menghadapi tantangan kemanusiaan,” ujar Presiden Human Initiative, Tomy Hendrajati, dalam sambutannya. 

Tantangan Kemanusiaan 

Isu mega krisis kian menyeruak menjadi ancaman di tahun 2023, mulai dari ancaman krisis energi, resesi ekonomi, hingga isu inflasi tinggi. Tomy Hendrajati mewakili Human Initiative, mengharapkan penyaluran kebutuhan kemanusiaan tidak terpengaruh apabila global resesi benar terjadi. 

Senada dengan Tomy, Surya Rahman Muhammad selaku Direktur Eksekutif Humanitarian Forum Indonesia bahkan mengutip pernyataan Sekretaris Jenderal PBB yang mengatakan bahwa kebutuhan bantuan kemanusiaan mengalami kenaikan signifikan dalam kurun waktu setahun terakhir. 

“Data tahun 2022 menyebutkan sekitar 274 juta jiwa di seluruh dunia membutuhkan bantuan kemanusiaan. Pada laporan 2023 dilaporkan ada kenaikan sebanyak 65 juta. Totalnya saat ini ada sekitar 339 juta jiwa di dunia butuh bantuan kemanusiaan,” ungkap Surya Rahman dalam pembukaan Humanity Outlook 2023.  

Ia menambahkan, hal ini merupakan dampak dari konflik, perang, bencana alam, perubahan iklim, dan juga pandemi. Menurutnya fakta ini perlu menjadi perhatian dunia karena jumlah 339 juta jiwa melebihi populasi penduduk Indonesia, bahkan PBB mengeluarkan pernyataan bahwa secara global dibutuhkan 51 miliar dolar untuk bantuan kemanusiaan. 

Pada tingkat nasional, data pada tahun 2022 mendata terdapat 351 kejadian bencana alam dengan total terdampak sebanyak 5,4 juta jiwa. Angka ini bagi Surya Rahman sangat luar biasa. 

“Jika angkanya sebesar itu setiap tahun dan mengandalkan pembiayaan Negara, Negara bisa bangkrut,” tegas Surya Rahman. 

  

Berkumpulnya Pegiat Kemanusiaan 

 

Isu resesi global ini dinilai sangat kompleks bagi pegiat kemanusiaan. Salah satunya adalah hilangnya sumber pendanaan bagi organisasi kemanusiaan untuk menyalurkan bantuan. 

Tomy dengan tegas mengungkapkan bahwa tantangan-tantangan kemanusiaan tidak bisa dihadapi apabila gerakan sosial dan kemanusiaan bergerak sendiri-sendiri.  

“Kolaborasi dan transformasi merupakan kunci untuk terus bisa berkontribusi dalam dunia kemanusiaan ini,” ujarnya. 

Menurutnya kemanusiaan harus terus bertumbuh, kuat, kokoh dan berkolaborasi. Semua pihak seperti masyarakat sipil, lembaga kemanusiaan, privat sektor, dan lain sebagainya bergerak bersama dengan Pemerintah menjadi penanggung jawab utama. 

Mencari solusi dari tantangan tersebut, Human Initiative bersama mitra kolabolator Humanitarian Forum Indonesia menyelenggarakan Humanity Outlook 2023 yang mengundang berbagai entitas lembaga sosial dalam dan luar negeri untuk menelurkan solusi dan merumuskan gagasan. 

Menghadirkan keynote speaker dari sektor Pemerintahan yakni Oza Olavia, S.Si., Apt., M.Si. selaku Staf Ahli Menteri Keuangan Republik Indonesia Bidang Kebijakan Penerimaan Negara, dan keynote speaker internasional yaitu Markus Werne selaku Head of OCHA – ROAP. 

Membuka sesi pertama dengan tema ‘Collaboration and Voluntarism as Alternative Solutions Toward Global Recession’. Dimoderatori Dear Sinandang selaku Communication and Partnership Manager of Humanitarian Forum Indonesia (HFI) dengan mengundang pemateri di antaranya Sanjoyo (Social Development Pillar Manager of the SDGs National Secretariat), Sasongko Tedjo (Head Division of PMR and volunteer of Central Indonesian Red Cross Society), Suryani Motik (Wakil Ketua Umum KADIN bidang Sosial dan Penanggulangan Bencana), dan Dr. Puji Pujiono, MSW (Former SHERPA GB for the south & Founder of AP-KI). 

Kemudian pada sesi kedua bertema ‘Strengthening capacity and accountability to access Humanitarian Financing‘ dimoderatori oleh Mindaraga Rahardja (Humanitarian Affairs Analyst of UN-OCHA). Hadir sebagai pemateri di antaranya Ignacio Packer (Executive Director of ICVA), Sarah Stein (First Secretary Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT), Shahida Arif (Regional Representative, Asia Pacific and Middle East, NEAR), dan Rahmawati Husein (Vice Leader MDMC Muhammadiyah Pusat). 

  

Sahabat Inisiator bisa menyaksikan diskusi panel ini pada tayangan berikut ini. 

Re-Run Live! Humanity Outlook 2023 

 

Sahabat Inisiator Butuh Bantuan?

Telp/Whatsapp

+62-812-8080-4561