Hunian Sementara dan Air Bersih Dukung Warga Aceh Utara Menata Kembali Kehidupan

15 April 2026
Hunian Sementara dan Air Bersih Dukung Warga Aceh Utara  Menata Kembali Kehidupan

Banjir yang melanda wilayah Sumatra pada akhir November 2025 membawa dampak luas bagi masyarakat. Data BNPB mencatat lebih dari 3,3 juta jiwa terdampak, dengan ratusan ribu hingga sekitar satu juta orang mengungsi. Banyak keluarga kehilangan ruang tinggal yang aman serta akses terhadap kebutuhan dasar, termasuk air bersih.

Di Aceh Utara, situasi tersebut mendorong berbagai pihak untuk bergerak bersama. Dalam semangat #SumatraPulih, Human Initiative menjalankan program Hunian Sementara (Huntara) dan Sarana Air Bersih guna mendukung kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Human Initiative menyelenggarakan kegiatan serah terima pada Jumat, 10 April 2026 di Desa Langkahan, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Kegiatan ini menandai selesainya pembangunan sekaligus menjadi langkah lanjutan dalam proses pemulihan masyarakat.

Kegiatan serah terima melibatkan pemerintah daerah, aparatur desa, tokoh masyarakat, dan perwakilan warga. Dari Human Initiative, turut hadir Presiden Human Initiative, Tomy Hendrajati, bersama Romi Ardiansyah selaku VP Resource Mobilization and Impact. Perwakilan warga menerima kunci hunian secara simbolis, lalu meninjau fasilitas yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

President Human Initiative, Tomy Hendrajati, menyampaikan perkembangan program yang telah berjalan.

“Sejauh ini, kami telah menyalurkan berbagai dukungan, di antaranya 52 unit hunian sementara, sumur air bersih dengan kedalaman sekitar 60 meter, fasilitas toilet, serta perbaikan saluran sepanjang kurang lebih 1.800 meter. Kami berharap seluruh fasilitas ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat,” ujarnya.

“Banjir telah berlalu, optimisme perlu terus dijaga. Kami berharap masyarakat dapat bangkit kembali dan melanjutkan kehidupan dengan lebih baik,” tutupnya.

Dalam kesempatan yang sama, Plt Sekda Aceh Utara menegaskan pentingnya hunian yang layak selama masa transisi. Hunian yang sehat dan dukungan sanitasi menjadi perhatian utama agar kualitas hidup masyarakat tetap terjaga.

“Fokus utama kami bukan hanya membangun dinding dan atap, tetapi memastikan warga kembali memiliki harapan. Huntara ini adalah jembatan menuju kehidupan yang lebih stabil,” tegas Jamaluddin.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak. “Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi dengan berbagai pihak mempercepat penanganan masalah kemanusiaan secara tepat,” ujarnya.

Human Initiative menjalankan program ini secara bertahap, mulai dari respons awal hingga tahap pemulihan, dengan menyesuaikan kebutuhan warga dan menjaga koordinasi dengan berbagai pihak.

Hunian sementara dan akses air bersih memberi ruang bagi warga untuk kembali menata kehidupan. Warga mulai beraktivitas kembali dan lingkungan perlahan tertata.

Kebersamaan membuat perjalanan ini lebih berarti, dan Human Initiative membuka ruang kolaborasi melalui solusipeduli.org bagi siapa pun yang ingin terlibat dalam upaya pemulihan di berbagai wilayah.

1

Sahabat Inisiator Butuh Bantuan?

Telp/Whatsapp

+62-812-8080-4561