Ikhsan, Penghafal Muda Harapan Bangsa

Ikhsan, Penghafal Muda Harapan Bangsa

21 Oktober 2021

Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia. Di antara 263 juta jiwa penduduk Indonesia, sekitar 229 jutanya merupakan pemeluk agama Islam. Sayangnya di antara banyaknya muslim, hanya 30 ribu orang yang merupakan penghafal Al-Qur’an.

Kurangnya kesadaran beragama menjadi salah satu alasan mengenai minimnya penghafal Al-Qur’an di negeri ini. Untuk itu, diperlukan lingkungan mendukung untuk mengajarkan pada generasi bangsa mengenai pentingnya pengetahuan dan pengamalan nilai-nilai agama. Pengajaran hal tersebut bisa melalui lembaga pendidikan formal yaitu sekolah, unit terkecil masyarakat yaitu keluarga serta perkumpulan keilmuan lain yang ada di masyarakat. Pembentukan Taman Pendidikan Al-Qur’an di lingkup wilayah merupakan salah satu bentuk penanaman nilai agama kepada anak-anak usia dini.

 

Ikhsan, Penghafal Muda Harapan Bangsa

Perkenalkan, Ikhsan merupakan salah satu bocah yang sedang berjuang menghafalkan Kalam Allah. Murid di Taman Pendidikan Al-Qur’an Al-Islam Magelang ini merupakan anak terakhir dari empat bersaudara. Ia memulai perjalanan panjangnya menghafal ayat suci sejak dirinya masih duduk di kelas 1 sekolah dasar. Sekarang, saat usianya sudah menginjak 9 tahun ia sudah memiliki hafalan sampai surat Al Mutafifin (Orang-orang Curang) yang memiliki 25 Ayat.

Anak didik dari Tia C. Safira ini datang ke pengajian pada sore hari mulai pukul 15.00 WIB lalu pulang ke rumah pukul 19.00 WIB menjelang azan isya. Walaupun sudah rutin mengaji, Ikhsan mengaku tidak memiliki satu pun Al-Qur’an. Selama ini ia meminjam Al-Qur’an yang dimiliki TPA bergantian dengan kawannya yang lain.

Bocah yang bersekolah di Madrasah Ibtidaiyah Al Ittihat ini bercita-cita menjadi seorang polisi. Seperti anak-anak pada umumnya, Fikri hobi bermain sepakbola dan petak umpet bersama kawannya. Makanan favoritnya adalah telur goreng.

Ayah Ikhsan adalah seorang pekerja keras, beliau berprofesi sebagai tukang yang setiap hari dari pagi sampai sore bekerja membangun dan membenarkan rumah warga. Sedangkan ibunya sibuk mengurus pekerjaan rumah tangga.

Ikhsan terlihat senang saat menerima amanah dari Sahabat Inisiator berupa Kitab Suci Al-Qur’an. Ia bersyukur, dengan Al-Qur’an tersebut ia jadi bisa mengaji di rumah. Terima kasih Sahabat Inisiator untuk niat dan perbuatan yang baik lagi tulus. Bagi Sahabat Inisiator lain yang juga ingin berpartisipasi dapat langsung mengunjungi Solusi Peduli ya. Semoga Fikri bisa menjadi harapan bangsa ini serta terus bersemangat mengejar cita-citanya menjadi polisi tanpa melupakan nilai agama yang dia miliki.

Semangat Ikhsan!

Sahabat Inisiator Butuh Bantuan?

Telp/Whatsapp

+62-812-8080-4561