Jusuf Hamka, Dedikasikan Harta untuk Kepentingan Ummat

Jusuf Hamka, Dedikasikan Harta untuk Kepentingan Ummat

21 Desember 2021

Menjadi sosok yang sukses dengan segala harta kekayaannya tidak membuat Jusuf Hamka kehilangan kedermawanannya. Pria yang juga akrab dengan panggilan Babah Alun ini merupakan seorang pengusaha Muslim-Tionghoa yang rajin membantu sesama.

Berbagai jabatan penting pernah dipegangnya. Seperti komisaris independen untuk PT Indomobil Sukses International Tbk, Presiden Komisaris PT Mandara Permai, dan Komisaris PT Mitra Kaltim Resources Indonesia. Selain itu, pria kelahiran 5 Desember 1975 ini juga menjadi penasehat untuk PT Indosiar Visual Mandiri dan PT Citra Marga Nusaphala Persada milik Siti Hardijanti Rukmana.

Jusuf kecil lahir dari keluarga sederhana yang tinggal di pinggir Kota Jakarta. Walau kini sudah dikenal sebagai bos besar di bidang infrastruktur, beliau juga pernah mengalami masa-masa sulit ketika bertahun-tahun menjadi seorang pengangguran.

Jusuf pernah mendaftar bahkan sampai ke 200 perusahaan dan terus menerus mendapat penolakan. Kala itu tahun 1994-2008 (14 tahun) Jusuf tidak memiliki pekerjaan tetap dan hanya ikut-ikutan teman. 14 tahunnya itu kemudian beliau jadikan pelajaran untuk mulai menggeluti pekerjaan sebagai penasihat di tiga perusahaan. Seperti PT Indosiar Visual Mandiri, PT Indocement Tunggal Prakarsa, hingga akhirnya menjadi direktur utama di PT Citra Marga Nusaphala Persada.

Semasa kecil, beliau banyak habiskan di daerah Pasar Baru Jakarta Pusat sebagai padagang asongan untuk menambah uang jajan kala itu. Beliau menjual mulai dari kacang-kacangan hingga es mambo yang dibungkus plastik di sekitar Masjid Istiqlal Jakarta.

Beliau besar di keluarga dan lingkungan Tionghoa yang cukup terpelajar. Orang tua Jusuf tergolong moderat. Ayahnya seorang dosen, dan Ibunya seorang guru.

 

Kedermawanan Jusuf Hamka (Babah Alun)

Jusuf dikenal sebagai pengusaha jalan tol yang juga mendirikan Masjid Babah Alun di bawah jalan tol Ir Wiyoto-Wiyono. Beliau pun bercita-cita ingin membangun 1000 masjid di tanah air. Selain itu, Beliau merupakan pendiri Warung Nasi Kuning yang sangat unik. Nasi kuning yang beliau jual untuk para Duafa dengan harga yang amat murah. Lantaran harga yang murah dan laku keras, beliau menjelaskan konsep nasi kuning ini tidak ingin mematikan usaha warung-warung sekitar.

Jusuf membeli dari usaha sekitar dengan harga Rp10.000 – Rp12.000. Kemudian meminta penjual nasi kuning sekitar untuk ikut menjaga warungnya dan menerima uang sebesar Rp3.000 dari setiap porsi pembeli. Setelah itu, beliau akan menyubsidi sisanya. “Sehingga sedekah berkah untuk mereka, tapi doa mereka berkah untuk kita”, jelasnya. Jika menggunakan hitungan matematika, tentu akan rugi, namun beliau tidak pernah memikirkan hal tersebut karena niatnya hanya ingin membantu sesama.

Di masa pandemi Covid-19 yang merenggut banyak nyawa, Jusuf Hamka menyumbangkan tanah 10 hektar miliknya di Rorotan untuk pemakaman jenazah Covid-19. Beliau juga turut berperan dalam memerangi percaloan kremasi untuk jenazah Covid-19. Jusuf yang merupakan Dewan Pembina Krematorium Cilincing memerintahkan krematorium tersebut untuk menerima jenazah pasien Covid-19 dan memungut harga rendah untuk jasa kremasi.

Berkat kedermawanannya, Jusuf Hamka menerima penghargaan Kategori Pahlawan Kedermawanan dalam ajang Humanity Award 2021, Rabu (15/12/21).

Sahabat Inisiator Butuh Bantuan?

Telp/Whatsapp

+62-812-8080-4561