Kebakaran Depo Pertamina di Plumpang, Warga Panik Berlarian

4 Maret 2023
Kebakaran Depo Pertamina di Plumpang, Warga Panik Berlarian

Jakarta – Ledakan dan kebakaran hebat terjadi di Depo Pertamina Plumpang, Jalan Tanah Merah Bawah, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, pada Jumat (3/3) jam 20.11 WIB. Warga panik berlarian menyelamatkan diri bersama dengan warga lainnya yang mengalami luka bakar.

Melansir dari wawancara eksklusif DetikUpdate dalam kanal 20 Detik berjudul ‘Kesaksian Warga saat Detik-detik Kebakaran Depo Pertamina Plumpang’, Siswandi salah satu warga selamat bercerita proses penyelamatan diri yang cukup kacau.

“Kalau bisa dibilang chaos, betul chaos. Karena kita lari bersampingan dengan korban yang 50 persen hangus badannya. Jadi itu menambah panik warga,” ujar Siswandi.

Sebelum terjadinya ledakan dan kebakaran, warga mengaku mencium bau gas menyengat. Tak lama kemudian ledakan keras dan kobaran api membuat warga panik lari berhamburan.

Dalam berita Kompas.com yang tayang pada Sabtu (4/3) pukul 08.00 WIB bertajuk ‘Update: 17 Tewas dan 51 Terluka Akibat Kebakaran Depo Pertamina Plumpang’, hingga saat ini tim SAR gabungan terpantau masih ada di lokasi bencana.

“Hingga kini, tim SAR gabungan masih berada di lokasi kebakaran untuk mencari kemungkinan korban lain di antara puing-puing bangunan yang telah hangus terbakar,” tulis Kompas.com.

Disaster Risk Management (DRM) Human Initiative menghimpun data Pusdalops Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang menyebutkan bencana non alam ini mengakibatkan 639 jiwa mengungsi, 49 jiwa luka berat, 2 jiwa luka sedang, dan 17 jiwa meninggal dunia. Pengungsian saat ini tersebar di delapan lokasi berbeda yaitu Kantor PMI, Masjid As-Sholihin, Kantor Kelurahan Rawa Badak Selatan, Gedung Golkar Walang, Sudinakertrans & Energi, Masjid Al-Muhajirin, RPTRA Rasella, dan Stadion Rawa Badak.

“Warga yang luka saat ini mendapatkan perawatan dan tersebar di beberapa rumah sakit. Ada di RS Pelabuhan, RSUD Tugu Koja, RS Mulya Sari, RSUD Koja, RS Firdaus, dan RS Pekerja,” tulis DRM Human Initiative dalam rilis resmi Situation Report #1.

DRM Human Initiative mengungkapkan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Saat ini DRM Human Initiative tengah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Palang Merah Indonesia (PMI).

“Kami berkoordinasi dengan BPBD dan PMI guna penanganan awal pascakebakaran, sekaligus berkoordinasi dengan relawan lokal untuk mendapatkan informasi kebutuhan mendesak warga terdampak kebakaran,” ujar Subur Rojinawi, DRM Human Initiative.

Sahabat Inisiator, untuk membantu meringankan beban saudara kita yang terdampak peristiwa tersebut, silahkan mengunjungi solusipeduli.org.

0

Sahabat Inisiator Butuh Bantuan?

Telp/Whatsapp

+62-812-8080-4561