
Pemenuhan gizi masih menjadi perhatian di berbagai wilayah Indonesia. Namun, sebagian masyarakat belum memiliki akses cukup terhadap pangan bergizi, termasuk sumber protein hewani seperti daging. Oleh karena itu, upaya perlu memperkuat pemerataan akses pangan.
Data tahun 2025 dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Pangan Nasional mencatat konsumsi daging di sejumlah daerah masih berada di bawah rata-rata nasional, sekitar 2,77 kg per kapita per tahun. Dengan demikian, angka ini menunjukkan kesenjangan akses antarwilayah.
Kondisi tersebut dipengaruhi faktor geografis, distribusi, serta kemampuan akses masyarakat. Di satu sisi, beberapa wilayah menghadapi pasokan pangan hewani yang belum stabil. Di sisi lain, harga dan jangkauan menjadi tantangan. Akibatnya, masyarakat belum selalu mampu memenuhi kebutuhan gizi secara seimbang.
Beberapa wilayah dengan tingkat konsumsi daging terendah antara lain:
Konsumsi daging berperan penting dalam pemenuhan protein hewani. Selain itu, nutrisi ini mendukung pertumbuhan, daya tahan tubuh, serta kesehatan. Karena itu, keterbatasan akses dapat menurunkan kualitas asupan gizi.
Namun demikian, langkah perbaikan terus berkembang. Salah satunya, program Sebar Qurban mendorong distribusi protein hewani ke wilayah dengan keterbatasan akses sehingga manfaat menjangkau lebih luas.
Selanjutnya, kolaborasi berbagai pihak memperkuat upaya tersebut. Dengan langkah terarah, distribusi manfaat dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Kebersamaan membuat setiap langkah terasa lebih ringan. Selain itu, gerak bersama membuka peluang memperluas manfaat dan memberi dukungan tepat.
Human Initiative mendorong kolaborasi untuk memperluas akses pangan bergizi, termasuk melalui Program Sebar Qurban. Dengan demikian, setiap kontribusi dapat memberi manfaat yang lebih merata. Sahabat Inisiator dapat ambil bagian dalam upaya ini melalui solusipeduli.org.