
Air bersih menjadi kebutuhan dasar untuk minum, memasak, dan menjaga kebersihan. Namun, banyak keluarga di Palestina masih kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari hari. Pada Agustus 2026, lebih dari 1,3 juta orang hanya memiliki kurang dari 6 liter air per orang per hari untuk minum dan memasak. Sekitar 700 ribu orang juga memiliki kurang dari 9 liter untuk kebutuhan domestik. Padahal, kebutuhan minimum dalam situasi darurat mencapai 15 liter per orang per hari.
Kondisi ini semakin sulit karena keterbatasan infrastruktur air. Pada akhir Juli 2026, sekitar 3 dari 4 orang di Gaza mengandalkan truk untuk mendapatkan air. Warga perlu mendatangi titik distribusi dan menunggu persediaan. Selain persoalan jarak dan antrean, warga juga menghadapi risiko keamanan ketika banyak orang berkumpul di satu lokasi. Sejumlah insiden terjadi saat warga mencari air dan menyebabkan warga terluka hingga kehilangan nyawa.
Masalah air juga berkaitan dengan sanitasi. OCHA mencatat lebih dari 150.000 meter kubik air limbah setiap hari masuk ke lingkungan tanpa pengolahan. Selain itu, 6 instalasi pengolahan air limbah tidak beroperasi dan 70 persen stasiun pompa limbah tidak berfungsi. Kondisi lingkungan pun ikut memengaruhi kehidupan warga. Sebanyak 98 persen rumah tangga melaporkan bahaya lingkungan dalam radius 10 meter, sementara 64 persen tidak dapat menyimpan air dan makanan dengan aman dan 89 persen menghadapi infestasi tikus.
Karena itu, kebutuhan air bersih perlu mendapat dukungan bersama. Human Initiative membuka ruang kolaborasi untuk mendukung penyediaan tempat penyimpanan air bersih di titik komunitas atau shelter di Palestina. Tempat penyimpanan ini dapat membantu mendekatkan akses air kepada warga. Penempatannya dapat menyesuaikan kebutuhan masyarakat, jumlah penerima manfaat, dan kondisi di lapangan.
Semangat expanding impact tumbuh dari langkah yang dilakukan bersama. Ketika lebih banyak pihak ikut bergerak, semakin luas dukungan yang dapat diberikan kepada masyarakat Palestina. Mari ambil bagian dalam upaya ini bersama Human Initiative melalui solusipeduli.org.