Lebih dekat dengan Anak, Yuk Ayah Bunda Mari Belajar Bercerita

Lebih dekat dengan Anak, Yuk Ayah Bunda Mari Belajar Bercerita

21 Maret 2022

“Ayah, Bacain Cerita dong.. “

Pernahkah dapat permintaan seperti itu dari si kecil? Biasanya permintaan tersebut muncul ketika menjelang waktu tidur. Sang ayah yang biasanya baru pulang dari tempat kerja atau mungkin sedang sibuk melakukan hal lain kadang menolak bercerita. Padahal, membacakan Cerita atau berkisah bersama anak dapat menumbuhkan hubungan erat antara orang tua dan anak.

 

Ustadz Bendri Jaysurrahman, Penulis buku “Fatherman” menyampaikan bahwa orang tua, terutama Ayah adalah “tempat bermain” bagi anak-anaknya. Ketika anak sedang butuh aktif, seringkali badan Ayah mendadak jadi area “outbound”. Bergelayutan di tangan, melompat di pungggung dan lain sebagainya. Termasuk dalam berkisah atau bercerita. Cerita dan kisah yang disampaikan oleh orang tua tentu akan berbeda bagi anak ketika diceritakan oleh orang lain, misal guru di sekolah.

Berikut tips bagi Ayah untuk menjadi Pencerita yang baik bagi anak.

Rutinkan Waktu Bercerita Dengan Si Kecil

Di tengah kesibukan sebagai orang tua, tentu menyempatkan waktu untuk anak adalah sebuah tantangan. Namun, hendaknya kita meluangkan waktu khusus untuk anak kita. Jangan lupa untuk memohon kepada Allah untuk keberkahan waktu yang kita curahkan untuk anak-anak kita. Seorang Ayah seringkali lebih sering bertemu dengan rekan kantor daripada anak. Maka di waktu yang terbatas bersama keluarga, perlu ada keberkahan di dalamnya. Mari belajar dari Nabi Ibrahim, walau pertemuannya denga Nabi Ismail tidak sering, tetapi memberikan dampak yang besar terhadap perjalanan hidup sang Anak.

 

 Pilihlah Buku yang Menyenangkan Untuk Bercerita

Memilih buku yang menyenangkan bagi ayah dan anak itu penting. Jika sudah senang dengan satu kisah, biasanya anak akan meminta ayahnya untuk membacakan kisah yang sama sampai beberapa hari ke depan. Pilih juga buku yang sesuai dengan usia anak. Misal, jangan sampai kita bercerita tentang suatu kisah nabi, tp membacakan buku kisah untuk dewasa yang terlalu banyak teks.

 

Miliki  Alat Peraga

hari dongeng

Dalam berkisah, para ayah juga dapat menggunakan alat peraga untuk meramaikan suasana. Misalkan boneka tangan, papan tulis, mainan dan lain sebagainya. Hal ini karena anak-anak lebih senang dengan hal yang sifatnya visual. Menggunakan alat peraga dapat memudahkan anak untuk mengerti hikmah dari cerita yang kita sampaikan.

 

Ajak Anak Ikut Dalam Cerita.

Membacakan dan menceritakan adalah 2 hal yang berbeda. Sebaiknya, dalam bercerita kita melibatkan anak untuk dapat menyelami isi cerita. Sebagai contoh, ayah dapat mengguakan kata “ coba bayangin deh… “ atau “ adik suka juga tidak dengan ini? “ . Posisi bercerita juga berpengaruh. Hendakanya dalam bercerita, anak berada dalam pangkuan ayahnya. Sehingga ada sentuhan yang dapat mempererat bonding. Kecuali jika bercerita di depan banyak anak, bisa dengan tatap muka. Silahkan kunjungi Media Sosial kami tips lebih lanjut ya

 

 

Sahabat Inisiator, setiap orang tua tentunya menginginkan masa depan anaknya yang sukses dan gemilang. Salah satu yang berpengaruh pada masa depan anak adalah kedekatan dengan orang tua di masa kecilnya. Bercerita menjadi salah satu aktivitas yang dapat membantu bonding tersebut.  Mudah-mudahan Indonesia di masa depan menjadi bangsa yang besar. Itu semua dimulai dari peran Sahabat inisiator sebagai orang tua saat ini. Terima kasih atas inspirasinya.

 

Sahabat Inisiator Butuh Bantuan?

Telp/Whatsapp

+62-812-8080-4561