Madu Asli Hutan Cindakko, Produk Unggulan Masyarakat Sulawesi Selatan

Madu Asli Hutan Cindakko, Produk Unggulan Masyarakat Sulawesi Selatan

3 Desember 2021

Cindakko, Maros, Sulawesi Selatan adalah kawasan pelosok yang terkenal sebagai surga panorama alamnya. Tidak tersedianya akses listrik dan jaringan komunikasi menyebabkan informasi yang masuk merupakan sesuatu yang langka.

Dengan bentang alamnya, banyak dari masyarakat setempat yang berprofesi sebagai petani madu. Salah satunya adalah Dg Lajju, beliau sudah 30 tahun berkecimpung menjalani profesi ini.

Menjadi petani madu sendiri bukanlah perkara sederhana, tak hanya harus menempuh perjalanan panjang dan medan yang sulit, tapi juga resiko tinggi untuk tersengat lebah. Apalagi, Dg Lajju ini sama sekali tidak punya Alat Pelindung Diri (APD).

“Kalau panen, biasa beginiji. Pernah disengat tapi begitu tommi tidak diobatiji karena sembuh sendiri,” ujarnya yang kental dengan logat Makassar ini.

30 tahun menjadi petani madu, Dg Lajju masih bertahan menggunakan metode panen tradisional. Maksud dari panen tradisional di sini adalah dengan cara diasapi. Hembusan asap ini bertujuan untuk menyingkirkan lebah dari sarang. Saat lebahnya terbang menjauh, Dg Lajju lalu mengambil seluruh struktur sarang.

“Lau dibersihkan, diperas lalu masukkan ke cergen,” katanya.

Cara panen seperti ini mengakibatkan Dg Lajju hanya bisa memanennya sekali. Sementara itu lebah akan terbang berpindah mencari lokasi lain untuk membangun sarang baru.

“Biasa carimi lagi yang lain, puncaknya itu kalau bulan 8,” katanya.

Siklus tersebut terus Dg Lajju lakukan demi memenuhi biaya hidup istri dan 7 orang anaknya. Biaya tersebut tentu saja sangat pas-pasan dan tidak cukup untuk menyekolahkan buah hatinya. Terlebih, fasilitas pendidikan terdekat dari tempat tinggalnya berjarak 30 sampai 40-kilometer dengan medan yang sulit ia lalui.

 

Metode Panen Lestari Madu Cindakko

Madu yang selama ini dipanen Dg Lajju berasal dari lebah jenis Apis Dorsata. Sampai saat ini jenis lebah tersebut memang belum bisa terbudidayakan dengan baik. Oleh karena itu metode panen yang paling tepat adalah panen lestari.

Panen lestari adalah memanen madu dengan hanya mengambil 3/4 kantong madu dan menyisakan 1/4 untuk cadangan makanan lebah. Dengan cara seperti ini lebah bisa tetap meninggali sarangnya dan kelak bisa dipanen lagi.

Sahabat Inisiator, tahun ini merupakan tahun ke enam Human Initiative melakukan pemberdayaan masyarakat untuk menghasilkan produk madu Cindakko yang berkualitas.

Khasiat dan manfaat luar biasa dari madu hutan asli Cindakko ini sudah masyarakat Sulawesi Selatan rasakan. Bahkan hingga Sulawesi Barat, bahkan sampai tenaga medis di Wisma Atlet Jakarta dan Korea. Wah keren ya.

Semoga masyarakat binaan dan produksi madu asli ini dapat meningkatkan taraf ekonomi dan menjadikan produk unggulan masyarakat Cindakko di kenal oleh banyak orang lagi ya Sahabat Inisiator.

Sahabat Inisiator Butuh Bantuan?

Telp/Whatsapp

+62-812-8080-4561