Meneladani Nilai Toleransi Para Pahlawan

Meneladani Nilai Toleransi Para Pahlawan

16 November 2021

Pada Hari Toleransi Internasional kali ini, Human Initiative secara khusus menyajikan artikel mengenai nilai toleransi. Indonesia merupakan negara kepulauan dengan 273 juta penduduk yang kaya akan budaya yang berbeda. Salah satu nilai lebih dari negara ini tak lain muncul dari kebersatuan beraneka ragam warna yang ada di antara kita. Di tengah kemajemukan ras, etnis, suku, budaya, bahasa bahkan agama, kita bisa mempertahankan dan memegang teguh nilai persatuan demi kesejahteraan satu sama lain.

“Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya sendiri-sendiri dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya.” Begitulah sekiranya kalimat yang tertulis dalam UUD 1945 pasal 29 ayat 2. Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Kong Hu Cu, adalah agama-agama yang diakui oleh negara. Sebagai penduduk negara yang mengakui 6 jenis agama, kita semua dituntut untuk bisa menghargai dan mempunya toleransi tinggi antarumat beragama.

Tapi sahabat inisator, tahu kah kalian bagaimana sebenarnya toleransi antarumat beragama? Apa saja batasan-batasannya? Yuk kita belajar bersama.

 

Nilai Toleransi

Toleransi antarumat beragama merupakan suatu sikap untuk saling menghormati dan menghargai kelompok agama lain dengan tetap berbuat baik dan berlaku adil kepada sesama. Sikap ini patut kita teladani dari para pahlawan terdahulu demi menghindarkan terjadinya diskriminasi di tengah banyaknya kelompok atau golongan yang berbeda dalam suatu kelompok masyarakat.

Pahlawan sejati tidak pernah mempertanyakan apa latar belakang seseorang. Tidak pernah mempertanyakan perbedaan warna kulit seseorang, agama, suku bangsa, atau perbedaan lainnya. Bagi seorang pahlawan, hal yang paling penting adalah memiliki semangat juang dan kesamaan visi misi demi masa depan bangsa.

Hanya ada satu batasan dalam toleransi antarumat beragama, yaitu toleransi dalam masalah aqidah. Dalam hal ini artinya kita tidak boleh menukar kepercayaan atau turut serta dalam kegiatan peribadatan agama lain.

Adapun contoh pahlawan masa kini yang menyuarakan toleransi dapat kita lihat pada sosok Lian Gogali. Beliau mendirikan Sekolah Perempuan Mosintuwu di Poso demi menyatukan para perempuan dari berbagai macam latar belakang agama. Terbukti, hal ini efektif dalam mencegah terjadinya konflik antarumat beragama.

Human Initiative Gelar Doa Bersama Tokoh Penggerak Kemanusiaan Lintas Agama Bertema “Ayo Pulih Indonesia”

Sebelumnya, Human Initiative juga telah menggelar acara doa bersama tokoh penggerak kemanusiaan lintas agama yang bertajuk ‘Ayo Pulih Indonesia.’ Pada kesempatan ini, hadir 6 tokoh lintas agama yang masing-masing akan memimpin doa serta hadir pula satgas covid dan cendikiawan muslim, KH A Mustofa Bisri.

Lewat kegiatan ini Human Initiative bermaksud untuk merekatkan tali silaturahmi antar sesama dan merefleksikan rasa peduli satu sama lain. Harapannya semoga doa bersama ini bisa menumbuhkan semangat optimisme di tengah masyarkat sehingga yakin kita bersama bisa bertahan melewatinya.

Ditengah keberagaman kepercayaan, yuk saling berpegangan dengan tetap menghargai satu sama lain. Mari terus menjaga kerukunan antar umat beragama karena kita #SemuaPahlawan. Selamat Hari Toleransi Internasional.

Salam toleransi!

Sahabat Inisiator Butuh Bantuan?

Telp/Whatsapp

+62-812-8080-4561