Mengenal Gangguan Kecemasan dan Cara Mengatasinya

Mengenal Gangguan Kecemasan dan Cara Mengatasinya

10 September 2021

Situasi PPKM yang belakangan gencar diberlakukan di seluruh Indonesia membuat beberapa orang mengalami disfungsi sosial. Hal ini patut dimaklumi karena sehari-hari kita harus berada di rumah aja dan mungkin ketika harus berhadapan dengan lingkungan di luar rumah, kita tiba-tiba merasa asing atau tidak familiar. Sahabat Inisiator pernah enggak sih tiba-tiba merasa tidak nyaman saat ada di tengah kerumunan? Atau sering merasa cemas pada hal-hal tertentu dan rasanya sulit sekali mengontrol rasa cemas itu? Hati-hati, mungkin saja itu adalah tanda kamu mengalami gangguan kecemasan. 

Sampai saat ini, belum ada penelitian tentang penyebab pasti munculnya gangguan kecemasan pada individu. Tetapi, diketahui ada beberapa faktor yang turut menyumbang kadar kecemasan menjadi berlebih. Beberapa di antaranya bisa jadi ada faktor keturunan, trauma terhadap bullying atau kekerasan dan yang terakhir bisa jadi karena stress. 

Lantas, jika gangguan kecemasan timbul, apa saja yang bisa dilakukan untuk membuatnya menjadi stabil atau normal kembali? Simak beberapa tips berikut. 

Memusatkan Pikiran pada Aktivitas yang Dijalani 

Istilah mindfulness menjadi kian populer saat ini. Bagi Sahabat Inisiator yang masih asing dengan istilah ini, mindfulness merupakan salah satu jenis meditasi yang mampu melatih daya fokus seseorang terhadap keadaan di sekitarnya serta emosi yang dirasakan untuk kemudian diterima secara terbuka dan penuh kesadaran. Aktivitas ini tak hanya memberikan manfaat pada kesehatan secara fisik saja, namun juga memberikan manfaat untuk kesehatan mental kamu. 

Menghindari Kafein dan Minuman Beralkohol 

Minuman beralkohol seringkali digunakan seseorang sebagai pelampiasan atas emosi negatif yang dirasakannya karena dinilai mampu memberikan sensasi rileks dan bebas dalam jangka pendek. Tapi, pada penderita gangguan kecemasan, justru minuman beralkohol harus dihindari karena dapat memperparah tingkat kecemasan itu sendiri. 

Adapun mengonsumsi kafein, baik dalam bentuk kopi, cokelat, maupun teh, juga dapat memicu dan memperburuk gejala kecemasan. Beberapa studi memaparkan bahwa konsumsi kopi dan teh dapat membuat seseorang merasa lebih gelisah dan sulit berkonsentrasi, terlebih jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, yaitu lebih dari 2 gelas per hari. 

Konsultasi Terapi pada Psikolog Klinis / Spesialis Kesehatan Mental 

Jika gangguan kecemasan yang dialami dinilai sangat parah, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan para pakar seperti psikiater, konselor, atau psikolog. Karena pada tahap atau level tersebut biasanya kondisi kecemasan seringkali mengganggu aktivitas harian sehingga fungsi kerja atau fungsi sosial sebagai individu pun juga dapat terganggu. Biasanya, setelah memberikan diagnosis, termasuk jenis kecemasan berlebih yang dialami, dokter akan mempertimbangkan perlu tidaknya mengonsumsi obat-obatan. 

Olahraga 

Ternyata, olahraga dapat menjadi alternatif untuk mengatasi gangguan kecemasan berlebih. Hal ini dikarenakan, aktif berolahraga dapat membantu tubuh melepas hormon endorfin dan serotonin yang bisa membuat Sahabat Inisiator lebih bahagia secara emosional. Minimal, berolahragalah selama 30 menit sebanyak 3-5 hari secara rutin agar Sahabat Inisiator bisa merasakan manfaatnya. 

Perlu diingat, gangguan kecemasan tidak mungkin hilang atau sembuh begitu saja tanpa adanya penanganan medis yang tepat. Oleh karena itu, penting untuk tetap mengunjungi psikolog klinis jika dirasa sudah berdampak pada aktivitas harian yang dijalani. Bagi Sahabat Inisiator yang membutuhkan layanan psikososial gratis dapat menghubungi layanan HELPCARE HUMAN INITIATIVE wa.me/6281280804561

Sahabat Inisiator Butuh Bantuan?

Telp/Whatsapp

+62-811-9342-667