
Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November 2025 berdampak pada banyak keluarga. Rumah terendam, aktivitas terhenti, dan warga harus meninggalkan tempat tinggal. Hingga saat ini, proses pemulihan masih berjalan seiring upaya warga untuk kembali menjalani kehidupan.
Di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Nenek Sakinah menjalani hari di pengungsian sederhana. Di usia 100 tahun, ia tinggal bersama dua anak dan dua cucunya dalam sebuah bedeng dari kayu kecil dan terpal seadanya. Tempat itu mereka dirikan dengan kemampuan sendiri sebagai ruang berteduh.
Hunian tersebut belum memberikan perlindungan yang cukup. Saat hujan turun, air masuk ke dalam dan membuat tempat tinggal menjadi basah. Ketika angin berembus, udara dingin terasa langsung. Di tengah kondisi itu, Nenek Sakinah tetap menjalani hari dengan tenang meski sesekali menghadapi gangguan kesehatan.
Sebelumnya, Nenek Sakinah sempat tinggal di Banda Aceh selama satu setengah tahun. Ia kemudian kembali ke kampung halamannya di Langkahan. Tidak lama setelah itu, banjir datang dan merusak rumah yang ia miliki. Sejak saat itu, ia dan keluarga mulai menata kehidupan dari tempat pengungsian saat ini.
Keseharian keluarga berjalan sederhana. Salah satu anaknya bekerja sebagai petani untuk memenuhi kebutuhan hidup. Mereka juga menerima bantuan dari masyarakat sekitar yang melintas di jalur dekat lokasi pengungsian.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan proses dan kebersamaan. Penyediaan hunian yang layak menjadi langkah penting agar para penyintas dapat kembali hidup lebih aman dan nyaman, sejalan dengan upaya #SumatraPulih.
Human Initiative terus mendorong upaya pemulihan melalui program yang berfokus pada penguatan masyarakat terdampak. Kebersamaan membuat langkah terasa lebih ringan dan membuka ruang untuk saling mendukung.
Mari ambil bagian dalam kolaborasi kebaikan bersama Human Initiative melalui solusipeduli.org untuk membantu penyediaan hunian yang lebih layak bagi mereka yang membutuhkan.
*Nama disamarkan untuk melindungi identitas penerima hak program