Pak Sukijan, Berharap Mudah Dapat Pasokan Air Bersih

Pak Sukijan, Berharap Mudah Dapat Pasokan Air Bersih

29 Oktober 2021

Air merupakan kebutuhan pokok seluruh mahkluk hidup. Bahkan elemen paling penting dalam tubuh manusia adalah air. Tapi kenyataannya ketersediaan pasokan air bersih di beberapa daerah di Indonesia sampai saat ini masih menemui kendala. Sebut saja di antara mereka yang kesulitan mendapat air bersih adalah Pak Sukijan dan keluarganya.

Kondisi Girimulyo, Gunung Kidul, Yogyakarta yang tidak lain merupakan tempat tinggal Pak Sukijan dan keluarga merupakan wilayah yang kekurangan air. Apalagi di masa musim kering seperti ini. Untuk memperoleh air bersih, setiap hari ayah berusia 52 tahun itu harus mengambil air dari sumber Bibis (sumber air yang berada di pinggir jalan aspal dan di bawah pohon besar) menggunakan jerigen yang ia panggul di bahu.

Kegiatan Harian Pak Sukijan Demi Memenuhi Kebutuhan Air Bersih

Beliau dan istrinya, Lagiem bergantian untuk pergi mengambil air. Air yang mereka peroleh dari sumber Bibis selanjutnya mereka pergunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti kebutuhan dapur, membersihkan badan, pakaian, peralatan, serta untuk air minum sehari-hari.

“Di sini (rumah) tidak mungkin ada sumber mata air,” kata Pak Sukijan saat ditanya, mengapa ia tidak mengebor sumber mata air. Hal ini karena letak geografisnya yang berdekatan dengan kawasan tebing. Beberapa keluarga yang tinggal di sekitar rumahnya juga sudah mencoba untuk menggali sumber mata air. Salah satu keluarga dengan bantuan warga sekitar, akhirnya berhasil menggali sumur. Sumur yang merupakan hasil gotong-royong itu airnya diperuntukan untuk kebutuhan umum warga sekitar. Tapi, air yang ada ternyata hanya bisa memenuhi kebutuhan 10 rumah tangga, sehingga kebutuhan keluarga Pak Sukijan tidak terpenuhi.

Besar harapan dari Pak Sukijan supaya pemerintah bisa mengadakan sumber air yang bisa dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan warga di sini.

Pak Sukijan Mengisi Ulang Kebutuhan Air Bersih

Kehidupan Keluarga Kecil Pak Sukijan

Pak Sukijan adalah seorang petani dan peternak di daerah Yogyakarta. Setiap hari, beliau dan istrinya bergantian pergi ke ladang untuk mengurus tanaman. Pak Sukijan biasa berangkat bekerja pukul 7 pagi dan baru pulang pukul 4 sore, saat banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan, ia baru akan pulang saat azan magrib terdengar.

Ladang tersebut menghasilkan beberapa bahan baku makanan di antaranya padi, jagung, kacang-kacangan dan singkong. Hasil yang ia dapatkan tidak seberapa banyak karena kondisi lahan yang hanya sedikit.

Selain seorang istri, ia juga memiliki putra yang ia beri nama Juni. Bocah berusia 5 tahun itu suka diajak “ngarit” ke ladang. Sepulang dari ‘ngarit’ bersama bapak, Juni tak sabar untuk segera bermain. Saat relawan Human Initiative mengunjungi Pak Sukijan dan keluarga, terlihat Juni langsung naik ke kandang kambing dan bermain bersama kambing-kambing peliharaannya.

Pak Sukijan Bersama Anaknya Mengurus Hewan Ternak Anak Pak Sukijan Membantu Mengurus Hewan Ternak

Sebagai seorang peternak, Pak Sukijan memiliki 5 ekor kambing sebagai induk peranakan. kambing hasil peranakan ia jual di usia anakan 3 bulan.

Sahabat Inisiator, tentunya kehidupan Pak Sukijan membutuhkan bantuan kita semua. Bersama Human Initiative, mari wujudkan keinginan Pak Sukjian dan keluarga agar mudah mendapatkan pasokan air bersih. Keterangan lebih lanjut, dapat kalian temukan di official website Solusi Peduli ya.

Sahabat Inisiator Butuh Bantuan?

Telp/Whatsapp

+62-812-8080-4561