Pemberdayaan Perempuan Melalui Tenun Khas Lombok

Pemberdayaan Perempuan Melalui Tenun Khas Lombok

6 September 2021

Tenun merupakan salah satu warisan budaya Indonesia melalui proses yang tidak sederhana. Menenun tidak hanya membutuhkan ketekunan, tetapi juga keinginan untuk melestarikan budaya Indonesia. Salah satu tokoh yang masih setia dengan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) di usianya yang sudah senja, yakni Oma Min yang setia menghasilkan tenun khas dari Lombok.

Oma Min, atau nama lengkapnya Amanda Welhelmina Langoru (74 tahun) adalah pengrajin tenun ikat bunga Larat yang karyanya sudah tersebar di berbagai belahan dunia. Selain itu, ada juga jenis kain tenun khas lainnya karya Oma Min, yakni tenun ikat Tanimbar. 

Bukan hanya tenun ikat Tanimbar, terdapat pula Kain Tenun Pringgasela yang juga merupakan tenun khas Lombok hasil karya tangan para ibu-ibu terampil dan cekatan, tepatnya di Dusun Gubuk Lauk, Desa Pringgasela Selatan, Lombok Timur. 

Tidak kalah dari tenun khas Tanimbar, Kain Tenun Pringgasela juga sudah menembus pasar dunia, khususnya Jepang dan Amerika. Kain Tenun Pringgasela merupakan warisan dari generasi ke generasi yang masih mempertahankan metode penenunan tradisional untuk menjaga kualitas produk. 

Kondisi pandemi covid-19 membuat para ibu-ibu pengrajin tenun menaruh harapan besar pada kain-kain tenun yang sudah dihasilkannya untuk menyambung hidup. Terlebih, kondisi PPKM membuat segala ruang gerak menjadi sangat terbatas. Namun, hal tersebut tidak membuat mereka pantang menyerah.

 

Peran Human Initiative dalam Pemberdayaan Perempuan Melalui Tenun Khas Lombok

Human Initiative dan Tenun Tanimbar

Human Initiative sebagai lembaga kemanusiaan, turut mendukung kegiatan pemberdayaan perempuan untuk terus melestarikan kain tenun khas Lombok. Bekerja sama dengan Pertamina, Human Initiative memberikan program pendampingan serta fasilitas untuk para kelompok perempuan pengrajin Kain Tenun Tanimbar. 

Ibu-ibu penenun dari Desa Pringgasela juga tak luput dari perhatian. Berkat hasil pemberdayaan diikuti dengan dukungan fasilitas dan pendampingan dari Human Initiative, kaum ibu-ibu pengrajin Kain Tenun Pringgasela sampai saat ini terus menjadikan kegiatan menenun sebagai hobi sekaligus mengisi waktu di masa PPKM akibat pandemi yang berkepanjangan. 

Sahabat Inisiator juga bisa ikut berkontribusi terhadap program-program pemberdayaan ini loh! Silakan kunjungi solusipeduli.org untuk bantu wujudkan masyarakat Indonesia yang Mandiri.

Sahabat Inisiator Butuh Bantuan?

Telp/Whatsapp

+62-812-8080-4561