
Jakarta, Selasa, 12 Agustus 2025 — Human Initiative menggelar kegiatan peningkatan kapasitas (capacity building) bagi pegiat kemanusiaannya dengan fokus pada pengenalan Aliansi Human Initiative, baik di tingkat nasional maupun regional. Inisiatif ini diadakan untuk memperkuat pemahaman para pegiat tentang jaringan kerja sama yang menopang program-program kemanusiaan, sehingga kolaborasi dapat berjalan lebih efektif dan berdampak luas.
Dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan pemaparan mendalam mengenai struktur, peran, dan lingkup kerja aliansi di berbagai wilayah. Materi yang disampaikan mencakup proses terbentuknya aliansi, strategi pemeliharaan hubungan dengan mitra, serta manfaat yang dapat diperoleh dalam memperluas jangkauan bantuan. Diskusi juga menyoroti bagaimana koordinasi lintas wilayah dapat mempercepat respon kemanusiaan dan meningkatkan kualitas program di lapangan.
Bambang Suherman, VP Human Initiative, menegaskan bahwa kekuatan utama kerja kemanusiaan terletak pada sinergi antar pihak.
“Penting bagi kita untuk mengenal aliansi dan merawatnya. Tantangan dalam menyelesaikan Isu-isu kemanusiaan akan sulit diselesaikan jika dikerjakan sendirian,” ujarnya.
Sementara itu, Kaimuddin, Manager Humanitarian Diplomacy and Advocacy Human Initiative, mengingatkan pentingnya kebersamaan dalam perjalanan panjang menyelesaikan tantangan kemanusiaan.
“Jika ingin melangkah lebih cepat, mungkin kita bisa sendiri. Tapi jika ingin melangkah lebih jauh dalam menyelesaikan pekerjaan kemanusiaan, kita harus bersama-sama,” ungkapnya.
Dengan pengetahuan ini, Human Initiative berharap para pegiat kemanusiaannya dapat memaksimalkan peran aliansi untuk membangun kolaborasi lintas sektor, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.
Human Initiative mengajak semua pihak— pemerintah, sektor swasta, media, komunitas, dan masyarakat—untuk bersama-sama bergandengan tangan menciptakan solusi kemanusiaan yang berkelanjutan. Mari berkolaborasi untuk masa depan yang lebih baik di human-initiative.org.