Perjuangan Bu Yeni untuk Mendapatkan Air Bersih

Perjuangan Bu Yeni untuk Mendapatkan Air Bersih

3 November 2021

“Kalau kemarau panjang susah airnya dan itu mata air satu-satunya di sini,” ucap bu Yeni sambil terengah-engah menggendong jirigen berisi air.

Bu Yeni adalah salah satu dari sekian banyak warga yang terdampak kekeringan dan sulit mendapat air bersih di Kulon Progo, Jogjakarta. Setiap dua hari sekali, wanita kelahiran 1979 itu harus berjalan sejauh satu kilometer. Hal itu dilakukan demi memenuhi kebutuhan air bersih untuk ia dan keluarganya. Sumber air yang ia tuju berada di bawah sebuah bukit. Lokasi itu mengharuskan ia menggendong jirigen penuh berisi air sambil berjalan di dataran yang menanjak untuk kembali ke rumahnya.

 

Perjuangan Bu Yeni untuk Mendapatkan Air Bersih

Bu Yeni Mengisi Air Bersih

Ia terbiasa pergi mengambil air pada pagi dan sore hari. Berangkat sekitar pukul 7 di pagi hari, dan pukul 5 di sore hari. Air ini digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti untuk kebutuhan MCK dan kebutuhan dapur. Meski sulit, hal itu harus ia lakukan karena tidak ada lagi sumber air terdekat yang bisa mereka gunakan. Padahal wanita paruh baya ini mengaku sudah kesulitan dan keberatan untuk terus memanggul air dengan beban kurang lebih 20 kg setiap dua hari sekali.

Setiap orang biasanya mengambil 60-liter air dalam satu hari. Sedangkan kapasitas jirigen yang ia bawa selama ini muat sampai kurang lebih 25 liter. Air ini nantinya digunakan untuk kebutuhan 4 orang yang tinggal di rumahnya.

Bu Yeni bercerita bahwa dulu bahkan tidak ada penerangan di sekitar sumber air, baru-baru ini setelah mengajukan permintaan ke pemerintah akhirnya mereka mendapatkan bantuan penerangan berupa satu buah lampu di pinggir jalan (di belokan).

Mata air asli ini sudah ada sejak dahulu. Airnya berasal dari rembasan pohon-pohon besar di sekitarnya. Pohon-pohon tersebut adalah pohon beringin dengan jenis Beringin Preh (Ficus retusa) yang daunnya tumbuh seperti semak dengan warna daun selalu hijau.

Dulu, ada empat sumber air yang biasa penduduk gunakan. Akibat adanya pembangunan jalan, dua dari empat sumber mata air terkena urukan sehingga tertimbun dan tidak bisa mendapatkan air bersih dari sana lagi. Saat ini sumber air yang berfungsi hanya dua. Satu di antaranya bermanfaat untuk kebutuhan memasak, mandi, dan minum sedangkan satu lagi hanya bisa untuk kebutuhan cuci mencuci.

Sahabat Inisiator, tentunya perjuangan bu Yeni demi mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari tidaklah mudah. Bersama Human Initiative, mari kita meringankan beban bu Yeni dengan berdonasi ke Solusi Peduli. Kami tunggu kontribusi terbaikmu ya.

Sahabat Inisiator Butuh Bantuan?

Telp/Whatsapp

+62-811-9342-667