Qurban untuk Warga & Pendiri Mushala Pertama di Desa Weoe, NTT

Qurban untuk Warga & Pendiri Mushala Pertama di Desa Weoe, NTT

5 Juli 2021

Yacob Muhammad Briya adalah seorang tokoh masyarakat di Dusun Uluklubuk, Kecamatan Weoe Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur yang akan menjadi penerima manfaat program Qurban untuk warga di Desa Weoe, NTT 2021. Tokoh yang berusia 56 tahun ini merupakan salah satu penggerak keagamaan di Dusunnya. Bayangkan saja di Dusun tersebut tak ada satu pun Mesjid untuk masyarakat muslim beribadah. Karena mereka merupakan minoritas dan hanya ada 7 Kartu Keluarga (KK) dari 100 Kartu Keluarga (KK) total penghuni Dusun tersebut.

Pak Yacob merupakan masyarakat asli dari Malaka, Beliau tinggal dan lahir dari sana. Alhamulillah sejak lahir beliau beragama Islam. Meski sudah berumur, berbeda dengan masyarakat yang ditemui relawan Human Initiative disana. Pak Yacob lumayan unik dan paham Bahasa Indonesia meski terbata-bata.

Bahasa sehari-hari keluarga Pak yacob adalah Bahasa tetun, dan hanya beliau yang lancar berbahasa. Menariknya lagi, beliau selalu bersemangat ketika menjawab ketika berdiskusi tentang Agama dengan relawan Human initiative.

Menurutnya, memeluk agama Islam di wilayah mayortitas terkadang susah. Dengan kurangnya fasilitas pendukung untuk ibadah dan fasilitas transportasi yang mengharuskan beliau dan keluarga pergi ke Kota untuk perayaan hari besar islam membuatnya tak hilang arah.

Beliau mewakafkan sebagian rumahnya untuk di pakai menjadi Mushala masyarakat Desa Uluklubuk beribadah. Mushala dengan luas 5×6 m ini sangat bermanfaat sekali bagi masyarakat di sana.

Cerita Seputar Qurban

Setiap hari raya Qurban beliau dan keluarga ke Kota Betun, Kecamatan Malaka, Nusa Tenggara Timur merayakan Qurban di Mesjid Besar untuk mendapatkan Daging yang nantinya di olah menjadi santapan.

“Kami setiap hari raya, kami kalau qurban semua di Betun terus bawa daging kesini. Karena disini tidak ada to”

Pak Yacob, adalah satu satunya di Desa Weoe yang pernah bequrban. Menurutnya itu adalah salah satu impian yang bisa beliau lakukan untuk agama.

“Alhamdulillah saya su qurban, dulu saya ingin sekali.. Alahamdulillah tercapai. Karena menurut agama itu bilang ketika kita ada rezeki kita berqurban. Kita karena disini tidak ada pernah ada”

Dengan semua keterbatasan beliau mengikhlaskan satu sapi untuk Qurban dan di berikan kepada masyarakat yang membutuhkan kusususnya di Desa Weoe, bukan hanya muslim yang diberikan namun juga non muslim dengan total jiwa sebanyak 22 KK di Dusun ini.

Bertani dan Berternak Untuk Menghidupi Keluarga

Setiap hari beliau bekerja menggembala sapi, mencari rumput dan bertani. Semua beliau kerjakan demi menghidupi keluarga, tani pun tak hanya satu. Meski buukan miliknya namun beliau tetap bekerja untuk makan sehari-hari di kebun orang, seperti bertani di lahan kering (pisang, ubi, jagung).

Berbagi Tak Harus Liat Warna Kulit, RAS dan Agama

Pak yacob adalah seorang yang inspiratif, bayangkan saja dari sekian banyak orang di Desanya beliau adalah salah satu yang paling berjasa di Desa nya. Semua warga selalu meminta bantuan kepada beliau, menurutnya sesame manusia itu harus saling membantu dan tak memandang warna kulit, suku dan agama.

Penerima Manfaat Program Qurban

Mushala yang beliau dirikan membuat beliau menjadi salah satu tokoh agama yang di hargai disana, meskipun tak bisa shalat berjamaah setiap waktu. Namun warga nya yang beragama islam khususnya selalu menyempatkan shalat di mushala agar bermanfaat.

Tanggung jawabnya terhadap keluarga dan umat sangatlah bisa kita acungi jempol. Beliau rela bekerja banting tulang dan merelakan sapi yang beliau pelihara untuk di jual itu di ikhlaskannya demi masyarakat Desa Weoe merasakan daging qurban di hari Raya.

 “Saya ingin masyarakat disini merasakan daging qurban, karena tak pernah ada disini. Jadi saya kasih satu sapi untuk di qurbankan.” Pak Yacob

Alhamdulillah setiap tahun sekarang mereka bisa merasakan daging qurban. Meski sedikit dan harus berjuang ke Kota dengan jarak yang jauh dan mereka harus mengeluarkan kurang lebih 50rb untuk pergi. Sementara uang mereka pun pas-pasan, namun kerennya mereka tetap pergi untuk merayakan Hari Raya bersama sesama Muslim di Kota Betun.

Semoga, tahun ini kita dapat kirimkan qurbanmu untuk mereka ya, Sahabat Inisiator. Mari bersama Human Initiative kita bantu Masyarakat di Desa Weoe untuk dapat menikmati lezatnya daging qurban dengan mengunjungi laman website solusipeduli.org/qurban.

Sahabat Inisiator Butuh Bantuan?

Telp/Whatsapp

+62-812-8080-4561