Refleksi Hari Pahlawan Nasional: Guru, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Refleksi Hari Pahlawan Nasional: Guru, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

10 November 2021

Pahlawan bisa diartikan sebagai orang yang berjasa. Berjasa untuk orang terdekat atau untuk lingkungan sekitarnya. Tidak ada batasan perbuatan yang harus seseorang lakukan untuk disebut pahlawan.

Saat negeri ini belum merdeka, banyak dari putra putri bangsa yang rela berjuang meninggalkan kehidupannya yang nyaman. Mereka juga meninggalkan harta dan waktu luang demi menggapai cita-cita bersama, merdekanya tanah nusantara.

Saat negeri ini tertimpa musibah berupa bencana, gempa, longsor, bahkan tsunami, berbondong-bondong orang dari seluruh penjuru negeri turun tangan hendak membantu. Ada mereka yang siap memberikan waktu, tenaga, pikiran, beserta keterampilan untuk terjun menjadi relawan kemanusiaan. Sebagian dari mereka juga dengan tulus mengirimkan harta yang mereka miliki untuk para terdampak bencana. Ada pula yang tidak berhenti melangitkan doa untuk keselamatan saudara setanah airnya.

Saat tidak semua orang memiliki kondisi perekonomian yang baik, ada jiwa-jiwa yang terpanggil untuk memberikan harta mereka tanpa pamrih demi kesejahteraan bersama. Serta ada pula guru-guru yang ikhlas meneruskan ilmu yang mereka miliki kepada generasi selanjutnya tanpa mengharap imbalan jasa.

Semua dari mereka yang telah berjuang entah mendapat gelar resmi atau tidak, berhak mendapat apresiasi. Perjuangan, ketulusan, serta kedermawanan mereka sudah sepatutnya menjadi contoh supaya kebaikan terus menjadi budaya yang mengakar pada bangsa ini.

Aksi kepahlawanan tidak selalu merupakan agenda raksasa yang rumit dan mengerahkan sejumlah banyak masa. Aksi kepahlawanan tidak selalu berbentuk peperangan serta berakhir pada kekalahan di satu pihak. Semua hal baik yang bisa ditularkan dan berdampak positif bagi lingkungan adalah aksi kepahlawanan. Seperti kisah inspiratif para pahlawan pendidikan yang human initiative temui beberapa waktu terakhir.

 

Pahlawan Pendidikan

Diantara kesibukannya menjalani perkuliahan, Citra Minash, mahasiswi semester 5 Program Studi Akuntansi di salah satu perguruan tinggi negeri memutuskan untuk terjun langsung ke lapangan untuk membantu adik-adiknya belajar. Ia mendorong semangat mereka mengejar cita-cita dan melanjutkan pendidikan setinggi-tingginya.

Ia yang dahulu merasakan tidak mampu untuk membayar guru les karena tarif yang mahal kini bersyukur ada di posisi yang bisa membantu anak-anak yang membutuhkan bimbingan belajar.

Citra Minash, Relawan Pengajar HOME CLC Depok

Berikutnya ada kisah inspiratif dari kakak beradik Lala dan Dela. Mereka yang sama-sama merupakan mahasiswa pendidikan dan menyukai anak kecil sekarang memutuskan untuk banyak menghabiskan waktu untuk menemani anak-anak tumbuh dan belajar di HOME Children Learning Center, Cimanggis, Depok, Jawa Barat.

Mbak Atin, Relawan Aktif bagian dari Rantai Kebaikan

Di bagian nusantara yang lain, tepatnya di Jogjakarta bisa kita temui sosok Mbak Atin. Meski sudah menjadi ibu bagi 2 orang anaknya, ia tetap mendedikasikan diri membimbing anak-anak di daerah sekitar tempat tinggalnya. Ia fokus menstimulasi perkembangan anak, melakukan kegiatan pembelajaran, permainan, serta mengenalkan anak-anak kepada Allah SWT.

Semua hal besar selalu dimulai dari yang kecil. Semua hal besar pasti punya permulaan. Untuk itu sependek apapun langkah yang kamu ambil hari ini, sekecil apapun sampah yang kamu pungut hari ini, percayalah bahwa itu merupakan awal yang baik dari kebiasaan baik selanjutnya.

Pada momen mendekati hari pahlawan ini, mari meneladani satu sama lain untuk terus berlomba-lomba melakukan kebaikan dan menjadi pengaruh baik bagi lingkungan sekitar.

Salam Kebaikan, Selamat Hari Pahlawan!

Sahabat Inisiator Butuh Bantuan?

Telp/Whatsapp

+62-812-8080-4561