Lebih dari 16 Ribu Truk Bantuan Masih Tertahan, Upaya Kemanusiaan di Palestina Terus Berlangsung

7 November 2025
Lebih dari 16 Ribu Truk Bantuan Masih Tertahan, Upaya Kemanusiaan di Palestina Terus Berlangsung

Setelah pengumuman gencatan senjata di wilayah Palestina, kondisi kemanusiaan belum menunjukkan banyak perubahan. Ribuan keluarga masih tinggal di penampungan sementara dengan akses terbatas terhadap pangan, air bersih, dan layanan kesehatan. Kerusakan infrastruktur dan pembatasan pergerakan membuat banyak wilayah sulit dijangkau. Dalam situasi ini, masyarakat Palestina terus mengandalkan bantuan kemanusiaan untuk bertahan hidup.

Laporan terbaru dari Palestine Logistics Cluster pada 30 Oktober 2025 mencatat bahwa lembaga-lembaga kemanusiaan masih berjuang menghadapi banyak tantangan dalam menyalurkan bantuan. Dalam sepekan terakhir, mereka berhasil mengirim sekitar 976 palet bantuan melalui jalur Kerem Shalom (KAS) dan Karem Abu Salem (KS). Bantuan tersebut berisi makanan, air bersih, dan perlengkapan darurat. Namun, penutupan jalur Rafah dan Erez membuat banyak wilayah belum dapat menerima bantuan secara merata.

Ribuan Truk Bantuan Masih Menunggu Izin Masuk ke Palestina

Hingga akhir Oktober, data mencatat lebih dari 16 ribu truk masih menunggu izin masuk ke wilayah Palestina. Sebanyak 9.339 truk berasal dari Mesir dan 6.819 dari Yordania, tetapi hanya sebagian kecil yang berhasil melintas setiap hari. Pemeriksaan di perbatasan yang memakan waktu lama serta keterbatasan fasilitas membuat arus distribusi sangat lambat. Akibatnya, banyak warga belum memperoleh bantuan yang mereka butuhkan.

Pemerintah Israel hanya mengizinkan pengiriman barang tertentu seperti pangan, air bersih, sanitasi (WASH), kesehatan, gizi, dan tempat tinggal sementara (shelter). Sementara bahan bakar dan perlengkapan logistik belum memperoleh izin, padahal kebutuhan tersebut sangat penting untuk mendukung kegiatan kemanusiaan di lapangan.

Kondisi logistik di dalam Palestina juga menghadapi tekanan besar. Dari total kapasitas gudang seluas 148 ribu meter persegi, hanya 40 persen yang masih berfungsi. Banyak gudang rusak atau terhalang akses karena pembatasan wilayah. Kawasan Deir Al Balah masih menampung kapasitas aktif terbesar, sekitar 28 ribu meter persegi, sedangkan Rafah belum memiliki gudang yang bisa digunakan.

Meskipun situasi di lapangan penuh kendala, organisasi internasional dan lembaga kemanusiaan terus mengoordinasikan langkah mereka melalui pertemuan rutin di Yerusalem, Amman, dan Kairo. Setiap truk yang berhasil menembus perbatasan membawa harapan baru bagi keluarga Palestina yang bertahan di tengah keterbatasan.

Human Initiative terus menyalurkan dukungan masyarakat Indonesia melalui jaringan mitra globalnya agar bantuan dapat sampai kepada mereka yang membutuhkan. Setiap kontribusi menjadi bagian dari gerakan kebaikan yang tidak berhenti di Palestina. Mari perluas kepedulian dan dukungan bagi saudara-saudara kita di Palestina melalui solusipeduli.org.

0

Sahabat Inisiator Butuh Bantuan?

Telp/Whatsapp

+62-812-8080-4561