Di Kecamatan Tenjo Kabupaten Bogor, Dwi Siswanto memilih jalan hidup yang tidak banyak diambil anak muda seusianya. Ia menekuni dunia pertanian dengan tekad kuat untuk memajukan desanya dan memberi manfaat bagi masyarakat sekitar. Dari lahan sederhana milik keluarganya, Dwi memulai langkah berani untuk mengubah cara pandang terhadap pertanian yang sering dianggap pekerjaan tradisional.
Sebagai anggota Taruna Tani, Dwi menggerakkan petani muda agar berani mencoba teknologi baru dalam bercocok tanam. Ia memperkenalkan sistem pertanian ramah lingkungan yang efisien sekaligus membantu masyarakat mengolah hasil panen agar memiliki nilai jual lebih tinggi. Bagi Dwi, bertani bukan sekadar menanam dan memanen, tetapi menjaga kehidupan serta membuka peluang bagi orang lain.
Selain fokus pada hasil tani, Dwi juga memperhatikan isu gizi anak. Ia memanfaatkan hasil panen hidroponik untuk dibagikan kepada keluarga dengan anak balita sebagai langkah pencegahan stunting. Melalui kegiatan itu, ia menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya asupan gizi seimbang dan pangan sehat untuk tumbuh kembang anak.
Dengan dukungan dana desa, Dwi membangun greenhouse yang berfungsi sebagai ruang belajar bagi petani. Ia melatih masyarakat mengenal pertanian berbasis Internet of Things agar proses tanam lebih efisien dan hasil panen lebih stabil. Perlahan, upayanya membawa perubahan besar. Pertanian di Tenjo kini berkembang menjadi potensi agrowisata yang melibatkan reseller, pelaku usaha kuliner, hingga toko ritel.
Di momentum Hari Pahlawan, kisah Dwi mengingatkan kita bahwa semangat kepahlawanan tidak hanya muncul di medan perjuangan, tetapi juga di ladang yang subur oleh kerja keras dan ketulusan. Ia menanam harapan sekaligus menumbuhkan semangat generasi muda untuk mencintai tanahnya sendiri.
Human Initiative melihat semangat seperti ini sebagai kekuatan yang mampu menumbuhkan kemandirian dan kebaikan di tengah masyarakat. Mari meneladani semangat Dwi Siswanto dengan berkolaborasi menumbuhkan kebaikan melalui solusipeduli.org.