
Banjir dan tanah longsor melanda wilayah Sumatra sejak akhir November 2025 dan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Curah hujan ekstrem di sejumlah wilayah mencapai lebih dari 300 milimeter per hari. Akibatnya, sungai meluap, longsor terjadi di kawasan perbukitan, dan infrastruktur rusak di berbagai lokasi. Hingga 29 Desember 2025, bencana ini meluas ke 52 kabupaten dan kota di tiga provinsi.
Berdasarkan data resmi, bencana ini menyebabkan 1.140 jiwa meninggal dunia dan 163 orang masih dalam pencarian. Selain itu, sebanyak 399.200 jiwa mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Kerusakan mencakup 166.925 unit rumah, 215 fasilitas kesehatan, 3.188 fasilitas pendidikan, dan 803 rumah ibadah. Di sisi lain, kerusakan pada 97 jembatan dan 99 ruas jalan membatasi mobilitas warga serta menghambat akses layanan dasar. Kondisi tersebut memperpanjang proses pemulihan masyarakat terdampak.
Dalam situasi ini, Human Initiative bekerja bersama berbagai pihak untuk mendukung tanggap darurat. Sejak hari pertama laporan bencana diterima, tim melakukan kaji cepat di lapangan. Selanjutnya, tim membangun koordinasi dengan BPBD, pemerintah daerah, dan relawan lokal. Melalui proses tersebut, penyaluran dukungan menyesuaikan kebutuhan di setiap wilayah. Hingga 29 Desember 2025, respons ini mencakup 61.756 jiwa terdampak di 26 kabupaten dan kota.
Pada tahap awal, Human Initiative memusatkan perhatian pada pemenuhan kebutuhan dasar. Di sektor pangan, tim mengoperasikan dapur umum dan dapur air. Selain itu, tim mendistribusikan 25.659 paket makanan siap saji serta 3.771 paket makanan keluarga. Sementara itu, untuk menjaga kesehatan dan kebersihan warga, tim menyediakan 84 titik layanan air bersih melalui water point dan water trucking. Tim juga menyalurkan 2.548 hygiene kit dan 315 dignity kit. Di sektor hunian, tim menyalurkan perlengkapan tidur, peralatan memasak, dan perlengkapan ibadah sesuai kondisi lapangan.
Secara bertahap, respons ini menjangkau 80 desa di 64 kecamatan. Tim menyesuaikan pendekatan dengan akses wilayah dan kebutuhan setempat. Memasuki fase lanjutan tanggap darurat, fokus mulai bergeser ke pembersihan lingkungan. Pada tahap ini, kegiatan mencakup penyediaan shelter kit, alat pembersihan puing, paket kebersihan rumah, serta layanan pemeriksaan kesehatan untuk menekan risiko pascabencana.
Proses pemulihan membutuhkan kerja bersama yang konsisten. Oleh karena itu, Human Initiative membuka ruang kolaborasi bagi masyarakat, komunitas, dan mitra. Setiap pihak dapat berkontribusi sesuai kapasitas masing-masing. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, masyarakat terdampak diharapkan dapat menjalani proses pemulihan secara bertahap. Kolaborasi kebaikan dapat dilakukan melalui solusipeduli.org.