Solusi Ketahanan Pangan dengan Urban Farming

Solusi Ketahanan Pangan dengan Urban Farming

3 September 2021

Salah satu ancaman yang hadir akibat Pandemi Covid-19 runtuhnya ketahanan pangan di Indonesia. Oleh karena itu, perlu adanya gerakan inovasi untuk mengatasinya. Salah satunya adalah dengan melakukan kegiatan urban farming.

Bagi Sahabat Inisiator yang baru pertama kali mendengar istilah ini, urban farming atau pertanian perkotaan merupakan kegiatan praktik pertanian yang mencakup budidaya, pemrosesan, dan distribusi bahan pangan di perkotaan. Belakangan ini, sejak Pandemi Covid-19 melanda, praktik urban farming menjadi salah satu yang paling populer di Indonesia. Hal ini pula yang turut meningkatkan penjualan benih hortikultura bahkan hingga 5 kali lipat dari sebelumnya.

Isu ketahanan pangan di Indonesia karena adanya Pandemi Covid-19 ini dapat teratasi jika ada ketersediaan pangan yang memadai. Sementara ketersediaan pangan hanya akan terjadi ketika ada produksi pertanian. Produksi pertanian dalam hal ini adalah rangkaian proses kegiatan yang terjadi di lahan pertanian atau juga bisa disebut dengan on farm activity. 

Namun, kehadiran Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang cukup besar untuk kegiatan hingga distribusi on farm. Tentunya hal ini berpengaruh langsung pada kegiatan produksi pertanian yang akan mengganggu ketersediaan pangan. Nantinya juga akan merembet pada sektor ketahanan pangan.

Maka dari itu, salah satu upaya nyata dari Pemerintah demi menjaga ketahanan pangan di Indonesia adalah dengan mendorong serta turut aktif pada kegiatan urban farming. Namun, hal ini juga membutuhkan kontribusi langsung dari masyarakat untuk ikut serta berkontribusi secara aktif pada kegiatan urban farming. Tak ketinggalan juga para akademisi untuk menyumbangkan inovasi, khususnya pada ranah produksi pertanian. 

Sistem hidroponik, menanam sayuran tanpa menggunakan tanah

Salah satu manfaat yang dapat terasa langsung oleh masyarakat yang aktif melakukan aktivitas urban farming tentunya mereka dapat mengonsumsi hasil panen secara pribadi. Adapun manfaat lainnya, yaitu menciptakan peluang usaha baru karena bagi Sahabat Inisiator yang memiliki bakat entrepreneur, hasil panen dapat mereka jual untuk menambah penghasilan di masa PPKM ini.

Selain yang telah disebutkan, urban farming ini juga memiliki potensi penghematan sebesar 15 miliar kw/h pemakaian energi dunia selama 1 tahun! Wow, ternyata begitu besar manfaatnya ya, Sahabat.

 

Human Initiative dan Perannya dalam Urban Farming

Kelompok Tani Pengadegan, Jakarta Selatan

Bagaimana dengan Human Initiative? Alhamdulillah, Human Initiative menginisiasi Program Kelompok Tani bekerja sama dengan PLN Batubara. Kelompok Tani yang saat ini berjalan adalah Kelompok Tani Pengadegan, Jakarta Selatan serta Kelompok Disabilitas Pratama Mandiri-Cimahi, Jawa Barat. Harapannya program yang sudah memberikan manfaat kepada Kelompok Tani tersebut bisa mendukung gerakan Pemerintah dalam mengurangi dampak pandemi. Yuk bersama kita mulai menekuni urban farming.

Sahabat Inisiator Butuh Bantuan?

Telp/Whatsapp

+62-812-8080-4561