"> "> "> UKM Sinar Mulya Binaan PKPU Human Initiative Ikuti Pelatihan Good Manufacturing Practice (GMP) - Human Initiative
UKM Sinar Mulya Binaan PKPU Human Initiative Ikuti Pelatihan Good Manufacturing Practice (GMP)

UKM Sinar Mulya Binaan PKPU Human Initiative Ikuti Pelatihan Good Manufacturing Practice (GMP)

13 Mei 2018

Bandar Lampung – Bertempat di hotel De Green kota Bandar Lampung, UKM Sinar Mulya binaan PKPU Human Initiative Lampung mengikuti pelatihan Good Manufacturing Practice (GMP) yang di adakan oleh dinas perindustrian provinsi Lampung, pada 09 – 11 Mei 2018. Tujuan diadakan pelatihan Good Manufacturing Practice (GMP) yaitu sebagai ajang pembinaan serta meningkatkan hasil produksi serta menjadikan produk yang dihasilkan dapat bermutu sehingga aman di konsumsi oleh masyarakat.

Proses GMP diawali dari pengolahan bahan baku hingga akhir proses dengan menggunakan bahan baik serta proses sesuai denga prosedur operasional produksi. Industri Kecil Menengah (IKM) di anggap perlu juga menerapkan GMP dalam proses produksi. IKM di tuntut harus mempunyai Sistem Operasional Produksi (SOP) yang rinci dan aman. Acara pelatihan Good Manufacturing Practice (GMP) dibuka oleh pak Suhartono selaku perwakilan dinas perindustrian provinsi Lampung.

Pada hari pertama pelatihan Good Manufacturing Practice (GMP) membahas mengenai pedoman praktik GMP yang di sampaikan oleh pak Mulyadi, SE dari dinas perindustrian provinsi Lampung. Beliau menerangkan bahwa dalam proses pengolahan produk makanan harus sesuai dengan peraturan pemerintah, peraturan menteri kesehatan serta peraturan BPOM tentang Bahan Tambahan Pangan (BTP). Berdasarkan tingkatan kualitas produksi usaha ada 3 tingkatan yaitu GMP, HACCP, serta SSOP.

Ketiga hal tersebut di awali dengan dasar penerapan Good Manufacturing Practice (GMP). Setiap pengusaha juga harus memperhatikan hygiene dan sanitasi lokasi produksi juga harus diperhatikan dengan teliti. “Pelatihan Good Manufacturing Practice (GMP) intinya yaitu produk yang sudah di jual hasilnya akan bermutu dan layak bersaing di luar provinsi maupun mancanegara,” ujarnya.

Pada hari kedua Ir. Otik Nawansih, M.P selaku dosen Teknologi Hasil Pertanian (THP) unila menyampaikan materi mengenai Penerapan GMP di industri kecil. Hal ini sangat penting karena ada 3 sasaran pangan yang baik dalam industri kecil yaitu aman, bermutu dan layak baik dari segi fisika, kimia, maupun biologi. Produk juga harus memiliki perizinan baik dari dinas kesehatan (PIRT), LPPOM (Halal), dan BPOM (uji lab). Ketiga hal tersebut sangat diperlukan Industri kecil menengah untuk dapat mengirimkan produknya ke luar provinsi Lampung.

Pada hari terakhir UKM Sinar Mulya beserta 30 peserta yang berasal dari 6 kabupaten/kota di provinsi Lampung mempraktekan analisis Good Manufacturing Practice (GMP) dengan mengisi borang yag sudah di siapkan dinas perindustrian provinsi Lampung mulai dari aspek produksi, aspek peralatan maupun mesin serta administrasi nota bahan baku. Pak Sunarto selaku narasumber juga menjelaskan bahwa dalam menerapkan sistem jaminan mutu harus dilakukan oleh 1 orang sebagai penanggung jawab walaupun dikerjakan bersama sehingga alur keluar masuk kode produksi dapat di pantau kembali.

“Jalankan usaha dengan jujur dan amanah itu kunci utama usaha” tutur pak Sunarto.

Dalam 3 hari ini UKM Sinar Mulya juga banyak menerima manfaat serta bertambahnya ilmu tentang Good Manufacturing Practice (GMP). Penerapan Good Manufacturing Practice (GMP) di UKM Sinar Mulya akan mulai diterapkan secara perlahan untuk menjamin produk yang dihasilkan aman dan bermutu untuk dikonsumsi konsumen. (Sari/PKPU-HI)

Sahabat Inisiator Butuh Bantuan?

Telp/Whatsapp

+62-811-9342-667