Hi Talks : Tetap Yakin Berkurban Meski di Tengah Wabah PMK

Hi Talks : Tetap Yakin Berkurban Meski di Tengah Wabah PMK

15 Juni 2022

Human Initiative menyelenggarakan diskusi online “Hi Talks” yang berlangsung hari Jum’at (11/6). Acara ini merupakan rangkaian kegiatan edukasi kepada masyarakat untuk dapat berqurban dengan lebih aman dan nyaman. Mengingat pada momen qurban tahun ini terdapat wabah PMK (penyakit mulut dan kuku) yang membuat masyarakat harus lebih selektif dalam memilih hewan qurban.

Dalam kegiatan ini, turut hadir ketua Umum Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia, Dr. drh Muhammad Munawaroh, M.M sebagai Narasumber. Dalam pemaparannya, Ia menjelaskan beberapa hal terkait apa yang perlu pekurban perhatikan mengenai PMK ini.

Waskito Are, Kordinator Mitra Kandang Human Initiative menjelaskan bagaimana pengelolaan Qurban dan distribusi Human Initiative pada tahun ini.

“Kondisi kita saat ini baru landai dari Covid-19, namun kini ada virus PMK yang bertepatan dengan momen Qurban. Untuk itu, kami juga melakukan antisipasi seperti menjaga kebersihan kandang, Kesehatan hewan dan kita juga berkoordinasi serta mengikuti saran-saran dari MUI (Majelis Ulama Indonesia) dan PDHI (Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia) terkait dengan hewan Qurban yang sesuai syariat.”

Edukasi Terkait Wabah PMK Menjelang Qurban

 

Terkait dengan kondisi PMK di Indonesia, Drh munawaroh, Ketua Umum PDHI (Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia) juga memberikan edukasi mengenai hal tersebut. Ia menjelaskan bahwa Penyakit Mulut dan Kuku itu adalah penyakit yang sudah lama kita tinggalkan, yaitu sejak tahun 1880. Namun, kini hadir kembali karena berbagai macam hal, salah satunya adalah pengaruh dari masuknya hewan ternak ke Indonesia dari luar negeri. PMK ini adalah virus yang menyerang hewan berkuku genap, termasuk hewan qurban kita sekarang.

Meskipun demikian, antisipasi penyebaran virus PMK dapat dilakukan khususnya di momen Qurban. Salah satunya dengan meminimalisir pergerakan hewan qurban.

“Menurut aturan dari pemerintah, tidak perlu sapi itu berpindah, kita dapat tetap berkurban tanpa membawa sapi tersebut ke Jakarta misalnya, sehingga kita dapat meminimalisir penyebaran virus”

Walaupun begitu, dokter munawaroh menyebutkan bahwa virus PMK tidak berbahaya bagi manusia.

“Tapi masyarakat tidak perlu panik, karena daging yang dikonsumsi tidak menularkan virus PMK,” ujar beliau.

Sahabat Inisiator, Virus PMK yang sedang mewabah ini menyebabkan banyak hewan Qurban terjangkit. Namun jangan khawatir, kita semua dapat mengurangi resiko tersebut dengan cara meminimalisir pergerakan hewan qurban. Human Initiative juga memiliki Program Sebar Qurban yang dapat kalian ikuti melalui link https://solusipeduli.org/qurban/. Kalian juga dapat menyimak kembali diskusi di atas melalui link berikut Semoga kita semua dapat berkurban dengan lebih aman dan nyaman tahun ini. Aamiin

Sahabat Inisiator Butuh Bantuan?

Telp/Whatsapp

+62-811-9342-667