Pascagempa Cianjur:  Cerita Ani di Pengungsian, Beradaptasi dengan Rasa Cemasnya

Pascagempa Cianjur: Cerita Ani di Pengungsian, Beradaptasi dengan Rasa Cemasnya

25 Januari 2023

Dari sekian banyak Sahabat Inisiator yang membaca kisah ini, mungkin saja ada yang pernah mengalaminya. Ini adalah cerita Ani * (21), seorang perempuan di tengah pengungsian pascabencana. Ia adalah salah satu penerima manfaat program Rumah Senyum. Di teras Rumah Senyum inilah Ani bercerita banyak mengenai dirinya yang beradaptasi dengan rasa cemasnya.

Pertama Kali untuk Ani

Gempa Bumi di Cianjur kemarin merupakan kali pertama bagi Ani merasakan gempa bumi, sayangnya gempa pertama yang ia rasakan cukup kuat guncangannya. Ani tidak menyangka gempa berkekuatan magnitudo 5,6 ini menghancurkan banyak bangunan permanen di lingkungannya.

“Rumah saya sudah miring Kak, wc-nya juga hancur. Jadi sudah gak berani lagi tinggal di dalam rumah,” ujar Ani kepada relawan Human Initiative.

Berlindung di Pos Pengungsian Desa Sukamulya, Kecamatan Cugenang, Cianjur-Jawa Barat,  menjadi pengalaman pertama dalam sejarah hidupnya. Rasa panas di bawah tenda masih ia maklumi, tapi tidak adanya ruang privasi perempuan buat Ani cemas bukan main.

“Waktu masa darurat, bingung karena tendanya tidak ada sekat. Ani kan pakai jilbab,” Ani berkisah.

Bertemu Rumah Senyum

Tiga kali Ani berpindah tenda pengungsian mengikuti instruksi kewenangan setempat, pada akhirnya mendapatkan kesempatan menerima bantuan Rumah Senyum dari kebaikan Sahabat Inisiator Human Initiative.

Rumah Senyum ini dihuni untuk satu keluarga dengan sekat selayaknya rumah. Didesain sebaik mungkin untuk kenyamanan pengungsi perempuan dan anak-anak, serta bahan material yang bisa digunakan kembali ketika rumah permanen sudah bisa ditempati.

“Pertama kali masuk Rumah Senyum, Ani merasa lebih nyaman. Ada ruang privasi untuk Ani dan keluarga di sini. Terima kasih Sahabat Inisiator, semoga mendapatkan pahala berlipat ganda dan Allah berikan hal yang lebih lagi,” ucap Ani bahagia.

Di lingkungan Rumah Senyum yang dihuni Ani dan keluarga, juga banyak keluarga-keluarga penyintas lainnya. Suasana yang nyaman dan selalu ramai ini membuat rasa cemas Ani berkurang, ditambah lagi Ani punya beberapa teman sebaya untuk solat dan mengaji bersama serta tentunya saling bertukar cerita.

Masih Banyak yang Seperti Ani

Sahabat Inisiator, kisah Ani pasti banyak ditemukan di tempat pengungsian berbagai bencana. Kesempatan yang Ani dapatkan, belum tentu didapat perempuan-perempuan di pengungsian lainnya.

Kegiatan bersalin pakaian dengan privasi, sekadar rehat melepas jilbab tanpa khawatir, atau tidur dengan nyaman yang saat ini kita dapatkan leluasa di rumah; bisa Sahabat Inisiator hadirkan di Rumah Senyum untuk mereka di pos pengungsian bersama Human Initiative.

Yuk, lanjutkan kepedulian dan bersamai perjuangan mereka melalui solusipeduli.org

 

*nama disamarkan untuk menjaga privasi

Sahabat Inisiator Butuh Bantuan?

Telp/Whatsapp

+62-812-8080-4561