Citra, Pelajar Berprestasi yang Aktif

Citra, Pelajar Berprestasi yang Aktif

6 Oktober 2021

Adalah Risma Citra M. pelajar berprestasi usia 13 tahun yang sedang duduk di kelas 8 MTs Negeri 9, Gunung Kidul. Remaja yang biasa dipanggil Citra ini adalah seorang yatim. Ayahnya sudah meninggal sejak ia masih kecil, tepatnya pada tahun 2009 lalu.

Meskipun Citra masih memiliki Ibu, tetapi ia memilih tinggal bersama Kakek dan Nenek dari Ayahnya. Ini karena Ibunya tinggal di daerah yang sangat jauh serta sudah menikah lagi. Ibunya sesekali suka mengunjungi Citra untuk melihat keadaannya. Namun, waktunya tidak menentu, bisa saja satu tahun sekali. Saat Ibunya berkunjung, Citra biasanya dibawakan donat.

Kakek Citra bekerja di ladang menanam berbagai macam tanaman, seperti singkong, kacang, serta jagung. Tidak hanya itu, sang Kakek juga memelihara beberapa hewan ternak, yaitu sapi dan kambing.

Adapun Nenek Citra bertugas mengolah singkong dengan cara mengeringkannya untuk kemudian menjadi produk pangan. Selain itu, beliau juga sehari-hari membuat tempe dari kacang kedelai. Hasil produksi tempe tersebut nantinya diantar ke pasar setiap 2 hari sekali untuk dijual.

Biasanya, Kakek ikut mengantar hasil olehan tempe Nenek ke pasar setiap 2 hari sekali. Omset rata-rata dari penjualan tempe ini berkisar antara Rp90.000,00 – Rp100.000,00 dengan modal Rp60.000,00. Rincian modal Rp60.000,00 terdiri dari Rp40.000,00 untuk bahan tempe, Rp10.000,00 untuk kayu bakar dan Rp10.000,00 sisanya untuk upah produksi.

Citra yang sangat menyukai pelajaran Bahasa Jawa dan hobi menggambar ini, juga sering membantu neneknya untuk mencuci baju, cuci piring, dan bersih-bersih rumah. Hobi Citra lainnya yaitu bermain bulutangkis. Ia biasa bermain dengan kakak kelasnya di depan rumah setiap Minggu pagi.

Tak sampai di situ, karena Citra adalah pelajar berprestasi yang aktif, ia juga mengikuti kegiatan pramuka, drumband, serta voli di sekolahnya. Di sela-sela aktivitasnya itu pun, Citra kerap kali meluangkan waktu untuk menggambar. Beberapa hasil karyanya Citra pajang di dinding kayu rumahnya.

Hasil Karya Citra Lukisan Citra

Kondisi Rumah Kakek dan Nenek Citra

Kondisi Rumah Kakek dan Nenek Citra terbuat dari Kayu

Rumah Citra sebagian besar terbuat dari kayu. Bahkan, untuk memasak sehari-hari pun masih menggunakan kayu bakar dan ketersediaan air di sana sangat sulit. Hal ini karena daerah Gunung Kidul termasuk area kering, sehingga sulit menemukan sumber air di sana.

Demi memenuhi kebutuan air sehari-hari, Kakek Citra membuat sistem tadah hujan. Air hujan yang turun ke atas genting akan mengalir dan ditampung ke bak tempat penampungan air yang terbuat dari batu bata dan semen. Nantinya, air hujan ini akan diendapkan untuk kemudian digunakan sebagai air mandi dan mencuci.

Bagi Sahabat Insiator yang mau memberikan supportnya untuk Citra, kalian dapat mengunjungi website Solusi Peduli ya.

Sahabat Inisiator Butuh Bantuan?

Telp/Whatsapp

+62-811-9342-667