#InspirasiSejati Bersama Syifa, Ingin Menjadi Guru di Tengah Keterbatasan

#InspirasiSejati Bersama Syifa, Ingin Menjadi Guru di Tengah Keterbatasan

14 Maret 2022

Sahabat Inisiator, perkenalkan Syifa* (13), seorang gadis yang bercita-cita menjadi seorang guru. Gadis cilik ini hanya tingal berdua bersama ibunya di sebuah kontrakan semi permanen di Tantui, Ambon.

Dengan pendapatan yang tidak tetap dari usaha berjualan roti, kue, dan nasi kuning, Ibu Syifa berusaha membiayai pendidikan anaknya seorang diri. Beliau tentu mendukung penuh keinginan Syifa untuk menjadi guru. Ia sangat antusias melihat semangat putri semata wayangnya itu dalam menuntut ilmu. Sehari-hari, Syifa kecil senantiasa membantu ibunya mengerjakan pekerjaan rumah, bahkan ia juga ikut berjualan bersama sang ibu.

Jika kue yang dibuat hari itu hanya sedikit, mereka menitipkan penjualan kepada tetangga. Bukan apa-apa, hanya saja sudah sejak lama Ibu Syifa sering jatuh sakit sehingga tidak bisa membuat lebih banyak kue untuk dijual. Usia yang sudah tidak muda menjadi keterbatasan bagi ibu Syifa dalam menjajakan dagangannya. Meski begitu, Syifa dan ibunya tetap bersyukur dan selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan mereka.

“sejak sakit saya tidak lagi membuat kue dalam jumlah banyak dan nasi kuning, yang penting cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan cukup untuk membeli bahan kue”, demikian ucap Ibu Syifa.

Sahabat inisiator, sistem pembelajaran sekolah yang berubah selama pandemi membuat Syifa harus segera beradaptasi. Pertemuan tatap muka berganti menjadi layar, interaksi membutuhkan bantuan sinyal dan perangkat. Syifa seringkali kesulitan mengikuti pembelajaran daring, sebab ponsel yang dimiliki Syifa sudah rusak dan keluarganya tidak memiliki biaya untuk memperbaikinya.

Untuk sebagian sesi belajar, Syifa memilih untuk meminjam ponsel tetangga dan merelakan sebagian kesempatan belajarnya berlalu untuk membantu ibu mendapatkan biaya hidup. Syifa mengerti, cita-citanya akan melambat, namun hatinya teguh untuk meraihnya.

 

Dukungan Human Initiative Lewat Program OTA

 

Human Initiative melalui program Orang Tua Asuh (OTA) hadir memberikan bantuan kepada Syifa beserta ibunya. Kafalah yang Syifa terima semasa program membuatnya dapat membeli buku pelajaran serta memperbaiki ponselnya. Dengan demikian, Syifa dapat mengikuti pembelajaran daring dengan baik. Ia berusaha menggapai cita-cita untuk membangun generasi berikutnya. Ibu dan anaknya sangat bersyukur dan berkata dengan gembira, “Alhamdulilah Syifa sudah memiliki handphone dan bisa mengikuti belajar online”.

Anak-anak berhati mulia yang berjuang dalam hidupnya seperti Syifa adalah harapan kita. Setiap bantuan yang terkirim akan membuka jalan yang lebih luas untuk masa depan mereka. Mari ikut mendukung cita-cita Syifa dan kawan-kawan lainnya dengan tangan terbuka! Sahabat Inisiator dapat menyampaikan donasi melalui Solusi peduli. Terima kasih atas inisiatif baik kalian.

 

(*) bukan nama sebenarnya

Sahabat Inisiator Butuh Bantuan?

Telp/Whatsapp

+62-812-8080-4561