Kisah Ibu Tuna Wicara, Pahlawan Gizi bagi Ananda

Kisah Ibu Tuna Wicara, Pahlawan Gizi bagi Ananda

29 Juni 2022

Telah kita ketahui bahwa masih ada beberapa anak yang menderita Stunting atau Kekurangan Gizi di Indonesia. Hal tersebut disebabkan oleh kurangnya asupan nutrisi, vitamin dan mineral dari sang ibu saat mengandung. Pada akhirnya semua itu berdampak pada janin yang menjadi malnutrisi janin. Hal ini secara langsung dialami oleh Ibu Ana*. Beliau adalah seorang ibu rumah tangga  penyandang disabilitas tuna wicara dari Desa Losari, Kec. Ampelgading, Kab. Pemalang – Jawa Tengah. Dengan berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan latar belakang pendidikan SMP, Ibu Ana memiliki suami yang berprofesi sebagai buruh. Mereka  dikaruniai salah satu anak yang bernama Ananda Kemal*.

 

Ananda Kemal terlahir prematur dengan berat rendah 1700 gram. Sang ibu berjuang untuk menaikan berat badan Ananda agar tidak termasuk dalam kategori gizi buruk. Dengan ekonomi yang kurang, sang ibu berjuang demi sang anak kembali sehat dan seperti anak lain pada umumnya. Ibu Ana pun menjadi salah satu penerima manfaat dari Human Initiative dalam program Pahlawan Gizi Human Initiative berkolaborasi dengan para mitra. Selama mengikuti kegiatan tersebut sang ibu sangat antusias dan bersemangat dengan selalu hadir di setiap penyuluhan. Ia termasuk paling aktif mengawal tumbuh kembang anak di posyandu dan rajin belajar nutrisi yang baik untuk mencegah anaknya dari stunting.

 

Tekad Besar Ibunda Untuk Kesehatan Ananda

Setiap kali penyuluhan gizi oleh Bidan Desa, Ibu Ana tidak malu untuk bertanya. Walaupun Ia harus  bersusah payah menggunakan Bahasa isyarat ala kadarnya yang ia tahu atau menunjukkan gambar dan media lainnya. Sedangkan, ibu Ana selalu tremor Ketika menulis dalam  menyampaikan apa yang ia maksud. Ibu Ana paham, di tengah keterbatasannya, ia harus tetap berjuang dan kuat agar bisa menjadi pahlawan bagi Ananda tercinta. Dengan semangat dan usaha sang ibu berhasil menaikan berat badan sang anak yang walaupun belum signifikan namun masih tetap dalam proses pemantauan dari tim Pahlawan Gizi desa setempat. Dalam kurun waktu selama 4 bulan sang anak berhasil naik berat badannya sebanyak 1,3 kilogram dengan tinggi badan bertambah 4 cm. Namun, sang ibu tetap berusaha dan tidak menyerah hingga sang anak dinyatakan ideal baik berat badan dan tinggi badan sesuai dengan usia anak-anak pada umumnya.

Program Pahlawan Gizi Human Initiative
Program Pahlawan Gizi Human Initiative

 

Ibu Ana dan Ananda Kemal hanya menjadi salah satu dari sekian banyak penerima manfaat Program Pahlawan Gizi Human Initiative yang tengah berjuang menyelamatkan generasi penerus bangsa dari ancaman stunting. Sebagai negara dengan prevalensi stunting yang tinggi, yaitu 24,4% pada tahun 2021, Indonesia kini tengah darurat gizi. Penyakit malnutrisi yang sulit sembuh ini sangat penting untuk diintervensi sejak 1000 hari pertama kehidupan. Karena jika terlewat, akan sangat sulit meningkatkan kembali status gizi anak. Dampaknya, tumbuh kembang anak terhambat, bahkan hingga dewasa ia dapat memiliki gangguan kognitif, gangguan fisik, hingga gangguan psikososial.

 

Sahabat Inisiator, mari kita bantu Ibu Ana dan ibu lainnya di Indonesia, yang dengan segala keterbatasan tetapi tetap semangat menjadi pahlawan bagi anandanya. Kalian dapat berdonasi di solusipeduli.org/campaign/pahlawangiziindonesia. Jika mereka bisa, kita juga pasti bisa menjadi Pahlawan Gizi bagi Indonesia!

 

*Nama penerima manfaat bukan merupakan nama sebenarnya. Hal ini untuk melindungi identitas penerima manfaat program-program Kemanusiaan Human Initiatve

 

Penulis: Rizka

 

 

Sahabat Inisiator Butuh Bantuan?

Telp/Whatsapp

+62-812-8080-4561