Sandiaga Uno: Kontribusi Ekraf Terhadap PDB Indonesia Terbesar Ketiga di Dunia

Sandiaga Uno: Kontribusi Ekraf Terhadap PDB Indonesia Terbesar Ketiga di Dunia

11 September 2021

Satu setengah tahun sudah kita berada pada masa pandemi, sekarang kita sedang berada di fase FUCA yang terdiri dari fluctuation (gejolak), uncertainty (ketidakpastian), complexity (kompleksitas), dan ambiguity (keadaan ambigu). Karena itu perlu lebih banyak inovasi, adaptasi, dan kolaborasi untuk bertahan di fase ini. Setidaknya itu yang Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno sampaikan pada Webinar Pelestarian Budaya Lokal Melalui Bisnis Fesyen.

Webinar yang diadakan dalam rangka memperingati Hari Tenun Nasional itu mengundang beberapa speaker terkenal tanah air. Seperti Sandiaga Salahudin Uno, Handoko Hendroyono, Didiet Maulana, dan Zee Zee Shahab. Pada kesempatan kali itu, Sandiaga hadir menggunakan kain tenun yang ia sampirkan di salah satu pundaknya. Kain tenun tersebut merupakan wastra dari Kabupaten Nakegeo Nusa Tenggara Timur.

 

Respons Sandiaga Uno Terhadap Kain Tenun Indonesia

Sandiaga Salahudin Uno dalam Webinar Pelestarian Budaya Lokal Melalui Industri Fesyen

Menurut Sandi, sejak tahun 2020 sektor ekonomi kreatif memiliki kontribusi yang cukup tinggi. Ekonomi Kreatif Indonesia kini menempati posisi ke 3 di dunia dalam kontribusinya kepada PDB Indonesia setelah Amerika dan Korea selatan. Indonesia menduduki posisi ke 3 oleh 1.100 triliyun lebih kontribusi kepada PDB melalui terbukannya 20 juta lapangan pekerjaan.

Untuk itu diharapkan kepada 3 subsektor yang merupakan tulang punggung ekonomi kreatif yaitu fesyen, kuliner, dan kriya untuk lebih banyak melakukan inovasi dan berkontribusi terutama dalam era digitalisasi.

Sektor fesyen sendiri merupakan salah satu dari 3 subsektor ekraf yang menjadi penyumbang tersebar yaitu sekitar 17% penyerap tenaga kerja di mana kebanyakan dari mereka adalah UMKM. Untuk itu, sektor ini perlu mendapatkan dorongan terus supaya kedepannya bisa menjadi kontributor penyerap tenaga kerja, nilai ekspor, dan kekuatan ekonomi Indonesia.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah wastra nusantara. Wastra sendiri adalah kain tradisional yang sarat akan makna nusantara. kain ini masing-masing memiliki kisah dan cerita. Wastra memiliki ciri yang sangat khas mulai dari corak, warna, simbol, filosofi, pengalaman, serta kenangan yang tersimpan.

Perlu semangat dan aksi gotong royong serta sinergitas semua unsur masyarakat untuk mendukung wastra nusatrara. Dengan begitu, harapannya tenun akan semakin terkenal tak hanya dalam negeri tapi juga sampai manca negara. Jangan lagi hanya bangga akan produk lokal, tapi juga bangga, beli, dan gunakan produk buatan lokal.

Sandiaga juga mengapresiasi Human Initiative atas perhatiannya yang besar terhadap para wanita pengrajin tenun. Semoga webinar ini tidak hanya menjadi ajang diskusi sesaat tetapi berkelanjutan bahkan menjadi wadah berbagi informasi, ilmu serta aksi untuk peluang kerja yang lebih luas, pengetahuan mendalam serta bentuk pelestarian wastra nusantara.

 

Dukungan Human Initiative Terhadap Pemberdayaan Kain Tenun

Bentuk lain dukungan Human Initiative sebagai lembaga kemanusiaan juga terwujudkan dalam kegiatan pemberdayaan perempuan untuk terus melestarikan kain tenun khas Lombok. Program yang berkolaborasi dengan Pertamina ini berbentuk pendampingan serta fasilitas untuk para kelompok perempuan pengrajin Kain Tenun Tanimbar.

Ibu-ibu penenun dari Desa Pringgasela juga tak luput dari perhatian. Berkat hasil pemberdayaan diikuti dengan dukungan fasilitas dan pendampingan dari Human Initiative, kaum ibu-ibu pengrajin Kain Tenun Pringgasela sampai saat ini terus menjadikan kegiatan menenun sebagai hobi sekaligus mengisi waktu di masa pandemi.

Sahabat Inisiator, yuk dukung terus perkembangan kain wastra nusantara sebagai identitas bangsa. Bagi Sahabat Inisiator yang ingin menyaksikan tayangan lebih lengkap, dapat mengunjungi Human Initiative Channel ya.

Sahabat Inisiator Butuh Bantuan?

Telp/Whatsapp

+62-812-8080-4561